Wednesday, October 14, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Skor TKA 2026 Berubah Jadi 200–800, Ini Alasan dan Cara Membacanya

Mistar.idRabu, 14 Oktober 2026 pukul 15.18 WIB
skor_tka_2026_berubah_jadi_200800_ini_alasan_dan_cara_membacanya

Ujian TKA 2026 (Foto: Istimewa/Mistar)

Jakarta, MISTAR.ID - Skor Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SMA/sederajat kini menggunakan rentang 200–800, menggantikan skala sebelumnya 0–100. Perubahan ini bukan berarti soal ujian menjadi lebih sulit, melainkan penyesuaian cara pengukuran dan pelaporan kemampuan akademik siswa.

Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen menjelaskan bahwa tingkat kesulitan soal ditentukan oleh rancangan soal, sedangkan skala nilai digunakan untuk menyajikan hasil pengukuran.

Mengapa Skor TKA Berubah Menjadi 200–800?

Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen menjelaskan bahwa skala 200–800 dirancang untuk menegaskan bahwa skor TKA merupakan ukuran kemampuan akademik terstandar, bukan persentase jawaban benar.

Dalam penilaiannya, TKA menggunakan metode Item Response Theory Two-Parameter Logistic Model (IRT 2PL). Metode ini memperhitungkan pola jawaban siswa serta karakteristik soal, termasuk tingkat kesulitan dan daya pembeda.

Hasil estimasi kemampuan dapat berupa angka positif, nol, maupun negatif. Agar lebih mudah dibaca, hasil tersebut kemudian disajikan menggunakan skala pelaporan 200–800.

Angka 200 dan 800 merupakan batas bawah dan atas skala pelaporan, bukan batas mutlak kemampuan siswa. Dengan demikian, skor tersebut tidak bisa langsung disamakan dengan nilai persentase pada rapor sekolah.

Apakah Soal TKA 2026 Lebih Sulit?

Perubahan skala nilai tidak otomatis membuat soal TKA lebih sulit. Tingkat kesulitan tetap bergantung pada desain dan karakteristik soal yang digunakan dalam asesmen.

Skala baru justru dimaksudkan untuk menyampaikan hasil pengukuran kemampuan akademik secara lebih sesuai dengan metode yang digunakan.

Kepala BKPDM Kemendikdasmen Toni Toharudin menyatakan bahwa hasil TKA diharapkan dapat membantu siswa memahami capaian belajarnya, sekolah mengevaluasi pembelajaran, serta perguruan tinggi memperoleh informasi tambahan yang relevan.

Karena itu, siswa tidak perlu menganggap skor 200–800 sebagai nilai persentase. Pemahaman terhadap sistem penilaian baru menjadi penting agar hasil TKA dapat dibaca secara tepat.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN