Hardiknas 2026, SMAN 2 Pematangsiantar Gaungkan Kolaborasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu

Peringatan Hari Pendidikan Nasional di SMAN 2 Pematangsiantar. (Foto: Istimewa/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di SMAN 2 Pematangsiantar menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mewujudkan pendidikan bermutu dan inklusif di tengah tantangan zaman.
Di tengah disrupsi teknologi dan tantangan zaman yang kian kompleks, kolaborasi menjadi harga mati. Pendidikan kini bertransformasi menjadi tanggung jawab kolektif yang melibatkan sinergi antara sekolah, pemerintah, keluarga, masyarakat, hingga sektor industri.
Semangat kolaborasi ini ditegaskan oleh keluarga besar SMAN 2 Pematangsiantar. Sekolah unggulan ini berkomitmen untuk terus membuka ruang bagi semua pihak guna menciptakan ekosistem belajar yang inklusif dan berkualitas tinggi.
Kepala Sekolah SMAN 2 Pematangsiantar, Edward Simarmata, melalui Humas sekolah, Salomo Kristen Silalahi, mengungkapkan Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi atas langkah nyata di lapangan.
“Pesan utama yang disampaikan Bapak Kepala Sekolah adalah pendidikan berkualitas hanya bisa terwujud jika semua pihak ikut terlibat. Sekolah tidak bisa berjalan sendiri dalam mencetak generasi unggul,” tegas Salomo kepada Mistar, Sabtu (2/5/2026).
Menurut Salomo, ada tiga pilar utama yang menjadi perhatian SMAN 2 Pematangsiantar dalam mewujudkan visi pendidikan bermutu, yakni peran orang tua, pendampingan aktif di rumah sebagai madrasah pertama bagi anak; dukungan masyarakat, menciptakan lingkungan sosial yang positif dan aman bagi tumbuh kembang siswa; serta sinergi lintas sektoral, kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkaya wawasan dan kompetensi siswa di luar kelas.
Hardiknas 2026 juga menjadi pengingat akan pentingnya pemerataan akses. SMAN 2 Pematangsiantar memandang bahwa pendidikan yang berkeadilan berarti tidak boleh ada satu pun anak yang tertinggal untuk mendapatkan layanan pendidikan yang layak.
“Ini bukan hanya tentang hari peringatan, tapi tentang gerakan bersama. Ketika semua pihak terlibat, maka pendidikan bermutu untuk semua bukan lagi sekadar slogan, melainkan kenyataan yang kita rasakan bersama,” tambah Salomo.
Dengan semangat partisipasi semesta ini, optimisme untuk melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, kuat secara karakter, dan siap bersaing di kancah global kini semakin nyata di depan mata. (hm25)
BERITA TERPOPULER






















