Sunday, April 6, 2025
home_banner_first
PERISTIWA

Aksi Premanisme saat Lebaran, Pemuda Setempat Serang Warkop di Medan

journalist-avatar-top
Sabtu, 5 April 2025 18.10
aksi_premanisme_saat_lebaran_pemuda_setempat_serang_warkop_di_medan

Foto tangkapan layar rekaman CCTV Warkop Jaya saat diserang sejumlah pemuda setempat. (f:ist/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Aksi premanisme pada saat suasana libur Lebaran terjadi di Warung Kopi (Warkop) Jaya, Jalan Muchtar Basri, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

Sekelompok pria, yang merupakan pemuda setempat, merusak warkop karena tidak diberikan meminjam gelas saat pengunjung warung itu masih ramai.

Hal itu disampaikan oleh Jufrial selaku pemilik warkop yang ditemui Mistar di Jalan Gunung Mas, Kecamatan Medan Timur, atau sekitar 50 puluhan meter dari lokasi usaha ya, Sabtu (5/4/2025).

“Kejadiannya saat Lebaran ketiga kemarin pada pukul 22.00 WIB malam. Niat ingin berdagang saat libur Lebaran malah usaha saya diserang, dengan alasan tak diberi izin meminjamkan gelas kepada mereka,” tuturnya.

Jufrial mengatakan, pihaknya bukan tidak ingin meminjamkan gelas mereka kepada para pemuda setempat itu. Namun, gelas-gelas tersebut sedang dipakai oleh para pengunjung dari warkopnya.

“Sebelumnya, mereka sudah minjam gelas, jadi tidak dikasih karena kebetulan sedang banyak pengunjung, bukan sengaja tidak dikasih pinjam," ujar bapak berusia 60-an tahun tersebut.

Minuman Beralkohol

Gelas itu, katanya, akan digunakan untuk minuman beralkohol. Sehingga, hal ini juga lah yang menjadi pertimbangan para karyawan warkop tidak meminjamkannya, selain memang karena dipakai para pelanggannya.

"Karena diketahui gelas itu untuk dipakai minum alkohol, dan tidak diberikan izin pinjam, mereka marah-marah, mengamuk, dan memukuli salah satu karyawan yang dipercaya mengkoordinir warkop," ujar Jufrial.

Dari aksi premanisme tersebut, kata Jufrial, salah seorang karyawan warkop mengalami luka-luka pada bagian kepala dan wajah akibat dianiaya oleh pemuda setempat.

“Mereka datang lebih dari empat orang, melempar kursi, memecahkan gelas-gelas yang ada di atas meja. Sehingga membuat para pengunjung berlarian dan ketakutan pada saat itu,” katanya.

Ia juga menuturkan, pihaknya sudah melaporkan permasalahan itu ke Polsek Medan Timur. Karyawan yang menjadi korban sudah dilakukan visum di bagian kepala yang merasa pusing dan dada sesak akibat dipukul.

“Cukup disayangkan, karena penyerangan ini baru pertama terjadi. Warkop ini milik almarhum anak saya yang sangat royal ke masyarakat dan pemuda setempat, bahkan pelaku juga mengakui. Heran saja kenapa mereka tega melakukan ini,” ujarnya.

Polisi Menangkap Seorang Pelaku

Terpisah, Kapolsek Medan Timur, Kompol Briston yang dikonfirmasi membenarkan adanya penyerangan yang terjadi di warkop dekat Kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) tersebut.

“Kami sudah menangkap salah seorang dari komplotan pemuda atau preman yang melakukan penyerangan,” katanya.

Briston mengatakan, seorang yang diamankan adalah Yopi Maulana (36) melalui bukti rekaman CCTV. Pelaku terbukti melakukan penganiayaan kepada korban yang merupakan karyawan warkop.

“Berdasarkan informasi yang kami terima dari pelaku, membenarkan adanya tindakan penganiayaan bersama keempat rekannya. Dan pelaku lainnya sedang dalam pengejaran Polsek Medan Timur,” ujarnya.

Briston mengungkapkan, pelaku mengaku tersinggung sebagai pemuda setempat merasa tidak dihargai oleh pemilik dan karyawan Warkop Jaya.

“Awal mulanya mereka meminjam gelas, tapi tidak dipenuhi oleh karyawan dengan alasan pengunjung ramai," katanya.

Dari peristiwa tersebut, Polsek Medan Timur telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa rekaman CCTV, batu, sendok, sapu, serta speaker yang digunakan saat memukul dan melempar korban. (ari/hm27)

REPORTER:

RELATED ARTICLES