Monday, September 28, 2026
home_banner_first
OTOMOTIF

Strategi hingga 2030, Suzuki Kembangkan BEV, Hybrid dan Bahan Bakar Alternatif

Mistar.idSenin, 28 September 2026 pukul 17.57 WIB
strategi_hingga_2030_suzuki_kembangkan_bev_hybrid_dan_bahan_bakar_alternatif

Ilustrasi: Suzuki e Vitara merupakan salah satu bagian dari strategi Suzuki hingga 2030. (foto: Suzuki)

news_banner

Hamamatsu City, MISTAR.ID - Suzuki Motor Corporation menyiapkan strategi teknologi hingga 2030 yang tidak hanya bertumpu pada kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV). Pabrikan Jepang tersebut memilih pendekatan multi-pathway dengan mengembangkan berbagai teknologi sesuai kondisi energi, infrastruktur, dan kebutuhan konsumen di setiap pasar.

Strategi tersebut tertuang dalam Technology Strategy 2026 for 10 Years Ahead yang diumumkan Suzuki melalui laman resminya pada 25 September 2026. Suzuki menyebut strategi ini merupakan kelanjutan dari filosofi “Minimization of Energy” yang diperkenalkan pada 2024 dan kemudian dilengkapi dengan konsep “Maximization of Essential Value” pada 2025.

Melalui strategi terbaru tersebut, Suzuki ingin mempercepat pengembangan produk dan menghadirkannya ke lebih banyak pasar dalam waktu yang lebih singkat.

“Dengan menghadirkan lebih banyak produk ke lebih banyak pasar secara lebih cepat, Suzuki akan mempercepat upaya meminimalkan konsumsi energi dan memaksimalkan nilai esensial, serta menghadirkan nilai ‘Just-Right’ kepada pelanggan di seluruh dunia,” bunyi pernyataan Suzuki dalam laman resmi perusahaan.

Tak Hanya BEV

Suzuki tetap mengembangkan kendaraan listrik berbasis baterai. Namun, BEV bukan satu-satunya teknologi yang disiapkan perusahaan.

Suzuki akan mengembangkan series hybrid, sistem hybrid baru dengan nama pengembangan Super Ene Charge, mesin bensin direct-injection turbo generasi baru, kendaraan ringan melalui teknologi S Light, serta SDV Lite.

Suzuki juga menegaskan bahwa teknologi tersebut tidak akan dikembangkan secara terpisah.

“Suzuki tidak hanya akan mengembangkan teknologi-teknologi tersebut secara individual, tetapi juga menggabungkannya sesuai kebutuhan setiap pasar dan penggunaan untuk menghadirkan nilai ‘Just-Right’ kepada pelanggan,” tulis Suzuki.

Pendekatan multi-pathway tersebut didasarkan pada perbedaan kondisi energi dan infrastruktur di setiap negara. Suzuki juga mempertimbangkan perubahan seperti kenaikan harga bahan baku dan energi serta semakin ketatnya regulasi lingkungan dan keselamatan.

Pangkas Pengembangan Kendaraan

Suzuki juga akan mengubah proses pengembangan dan produksi kendaraan. Perusahaan menargetkan waktu pengembangan kendaraan baru dipangkas hingga setengahnya pada 2030.

Selain itu, Suzuki menargetkan peningkatan efisiensi pengembangan sebesar 30 persen dan efisiensi manufaktur sebesar 50 persen.

Target tersebut akan ditempuh melalui pengembangan secara paralel antara proses engineering dan manufaktur, penguatan digital engineering, serta pengembangan modularisasi.

Suzuki mengatakan langkah tersebut diperlukan agar produk dengan nilai “Just-Right” dapat dipasarkan lebih cepat ke konsumen di berbagai negara.

Dalam strategi globalnya, Suzuki akan memanfaatkan teknologi yang dikembangkan di Jepang untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan setiap pasar.

Sementara itu, India akan semakin diperkuat sebagai pusat manufaktur dan ekspor, dengan target kapasitas produksi sekitar 4 juta unit per tahun mulai tahun fiskal 2030 dan setelahnya.

India juga menjadi lokasi pengembangan bisnis biogas Suzuki. Pabrik biogas ketiga Suzuki di negara tersebut mulai beroperasi pada Agustus 2026.

Fasilitas itu memanfaatkan biogas yang berasal dari kotoran sapi sebagai sumber bahan bakar, sementara produk sampingnya berupa pupuk organik dikembalikan kepada masyarakat setempat.

Suzuki menggabungkan pengembangan biogas tersebut dengan penggunaan kendaraan CNG yang sudah berkembang di India. Perusahaan menilai pendekatan ini dapat membantu membangun sirkulasi sumber daya lokal sekaligus mendukung upaya netralitas karbon. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN