Monday, July 20, 2026
home_banner_first
OPINI

Rumah Rakyat dari Bank Sumut

Mistar.idSelasa, 3 Februari 2026 pukul 16.16 WIB
rumah_rakyat_dari_bank_sumut

Pihak Bank Sumut (kanan) menyerahkan secara simbolik Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) berupa Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kepada penerima manfaat (kanan) di acara Pasar Keuangan Rakyat Medan 2025 lalu. (Foto: Pemprov Sumut/Mistar)

news_banner

Oleh: Mhd. Iqbal

Berkembangnya cita-cita pemerintah dalam memajukan pembangunan di suatu daerah membuat lini-lini pendukungnya harus segera beradaptasi menyesuaikan diri. Tidak terkecuali bagi sektor perbankan, hal ini juga berlaku saat ini.

Sama seperti daerah lainnya, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memiliki cita-cita pembangunan dalam jangka waktu tertentu ke depannya. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution telah menetapkan 5 Pilar Pembangunan.

Melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, tertuang salah satunya cita-cita Provinsi Sumut dalam menciptakan Infrastruktur Berkualitas dan Terintegrasi yang tentunya juga berbasis masyarakat. Dua kata kunci yakni 'Berkualitas' dan 'Terintegrasi' menjadi pedoman sekaligus tantangan bagi sektor-sektor yang akan menjadi eksekutor pilar tersebut.

Menjawab tantangan itu, Bank Sumut yang berstatus sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dinilai memiliki kewajiban untuk turut andil menyukseskan pilar pembangunan tersebut. Salah satunya untuk menciptakan infrastruktur yang tidak hanya strategis, namun juga nyaman bagi masyarakat.

Terkait dengan hal itu, Perusahaan Perseroan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (PT Bank Sumut) kini mulai merambah ke lini pembiayaan perumahaan rakyat.

Bergerak di bidang perbankan, membuat Bank Sumut saat ini menjadi tulang punggung paling dipercaya Pemprov Sumut untuk membiayai masyarakat untuk mengikuti program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) berupa Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Ini bukan hanya visi Pemprov Sumut, tapi secara tidak langsung juga mendukung program strategis nasional yakni 3 juta rumah ala Presiden Prabowo Subianto.

Kembali kepada pengupayaan pilar pembangunan Infrastruktur yang Berkualitas dan Terintegrasi, Bank Sumut kini telah bekerja sama dengan pengembang-pengembang perumahaan rakyat terbaik yang ada di Sumut. Ini adalah salah satu upaya Bank Sumut dalam menciptakan infrastruktur yang berkualitas untuk masyarakat.

Saya sendiri sebagai penulis merupakan salah satu dari sekian banyak penerima manfaat pembiayaan perumahaan rakyat yang diberikan Bank Sumut. Untuk itu, saya tahu betul bagaimana Bank Sumut terus mendorong masyarakat dalam mewujudkan rumah impiannya.

Bank Sumut tidak membatasi masyarakat dalam memiliki lokasi hunian yang diinginkannya. Masyarakat bebas untuk menentukan dimana Ia akan tinggal, selagi masih dalam wilayah Sumatera Utara. Setelah masyarakat menentukan, Bank Sumut akan menjemput bola dengan bekerja sama dengan pengembang perumahan yang telah dipilih calon penerima kredit.

Meski memberikan kepercayaan penuh bagi masyarakat, Bank Sumut tidak sembarangan dalam hal administrasi. Salah satu permasalahan akut yang ada di Sumut adalah terkait pertanahan. Oleh karena itu, Bank Sumut sangat selektif soal urusan administrasi sebelum memberikan kredit untuk masyarakat. Hal ini semata-mata untuk menghindari sengketa dan menjaga kenyamanan masa depan.

Atas kebijakan dan tindakan ini, Bank Sumut telah berperan aktif untuk mendukung pilar pembangunan Sumut dalam menciptakan infrastruktur yang berkualitas masyarakat. Tidak hanya itu, Bank Sumut sekaligus memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi masyarakat melalui pemberian pembiayaan perumahan.

Tantangan berikutnya adalah menciptakan Infrastruktur yang Terintegrasi. Bank Sumut melalui program pembiayaan perumahan rakyat, terus menjajaki segala bidang yang ada. Mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemrintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru hingga Wartawan pun dipersilahkan untuk mencicipi program tersebut.

Saya masih ingat betul, tepat pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2026, bagaimana pimpinan Bank Sumut menyanggupi perintah Gubernur Bobby Nasution untuk memfasilitasi pembiayaan perumahanan rakyat untuk 200 guru yang ada di Sumut. Hal-hal semacam ini menunjukkan adanya ikatan yang terintegrasi yang tumbuh kuat antara Pemerintah dan Bank Sumut saat ini.

Dapat kita bayangkan 200 guru yang saat ini masih kerap dikaitkan dengan isu-isu penghasilan yang belum layak, kini sudah bisa bernafas lega, karena cepat atau lambat akan memiliki hunian impian melalui bantuan program pembiayaan dari Bank Sumut.

Kemudian kebijakan unik sekaligus langka sekaligus tidak biasa terjadi di kalangan masyarakat, namun kali ini terjadi di Bank Sumut. Pada umumnya, Wartawan merupakan profesi yang cukup tak bersahabat dengan istilah kredit atau pinjaman.

Saya pernah merasakan hal ini sebelumnya, saat hendak melakukan kredit sepeda motor yang bahkan jumlah nominalnya lebih sedikit daripada perumahan. Kala itu tahun 2024, leasing yang bekerja sama dengan perusahaan sepeda motor berat menerima permohonan kredit yang saya ajukan.

Meski dengan sejumlah perjanjian yang panjang dan rumit, permohonan saat itu diterima, namun satu bukti yang melekat saat itu yakni Wartawan dan Kredit tidak akan pernah akur hingga kapan pun.

Ungkapan itu patah di tangan Bank Sumut. Justru Bank Sumut sebagai pemberi pinjaman kredit saat ini yang menjemput bola kepada calon peminjam, termasuk perkumpulan wartawan. Tercatat saat ini Bank Sumut juga bekerja sama dengan Forum Wartawan Pemprov Sumut untuk menyerap program perumahan rakyat.

Begitu pun dengan ASN atau PPPK yang baru diangkat dan hendak memenuhi kebutuhan primier nya sebagai manusia, yakni rumah. Kini mereka sudah tidak perlu khawatir. ASN maupun PPPK sudah menjadi target utama Bank Sumut untuk diberikan kredit pembiayaan.

Terkait integrasi sudah tidak perlu dipertanyakan. Sebagai BUMD milik pemerintah, Bank Sumut dan ASN atau PPPK yang juga bekerja sebagai tulang punggung pemerintahan sudah menjadi suatu kesatuan yang terikat. Hal seperti ini diyakini akan membuat cita-cita Provinsi Sumut dalam hal pembangunan akan semakin mudah untuk digapai.

Selain itu, apa yang telah dilakukan oleh Bank Sumut dipastikan akan terus berlanjut. Bank Sumut telah mempercayakan masyarakat untuk membayar kredit dengan tenor yang beragam, mulai dari 10 hingga 20 tahun lamanya. Tidak hanya berkelanjutan bagi pemerintahan, ini juga semakin memudahkan masyarakat dalam menyesuaikan dengan kemampuan dirinya untuk membayar kredit yang diberikan.

Bank Sumut saat ini telah berperan aktif dalam membantu Provinsi Sumut dalam merealisasikan pembangunannya. Meski tidak secara langsung mendorong pembangunan fisik, namun melalui fasilitas kemudahan pembiayaan-pembiayaannya.

Bank Sumut kini juga telah menjelma bukan lagi hanya sekadar menjalankan tugas-tugas perbankan pada umumnya, tapi juga menjadi jembatan perhubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Provinsi yang unggul, maju dan berkelanjutan.*


Penulis merupakan wartawan Harian Mistar / Mistar.id



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN