Friday, June 5, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Timnas Indonesia vs Arab Saudi: PSSI Protes Wasit Asal Kuwait di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Mistar.idKamis, 18 September 2025 07.01
journalist-avatar-top
timnas_indonesia_vs_arab_saudi_pssi_protes_wasit_asal_kuwait_di_kualifikasi_piala_dunia_2026

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menjelaskan protes penunjukan wasit dari Kuwait saat Timnas Indonesia vs Arab Saudi. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

PSSI resmi melayangkan protes ke FIFA dan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) terkait penunjukan wasit asal Kuwait yang akan memimpin laga Timnas Indonesia di putaran empat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Skuad Garuda dijadwalkan menjalani dua laga krusial di Jeddah. Pertama menghadapi Arab Saudi vs Indonesia pada 8 Oktober 2025, lalu melawan Irak tiga hari berselang. Dalam Grup B, Indonesia menjadi satu-satunya tim non-Timur Tengah, sementara pesaing lain adalah Arab Saudi, Irak, Qatar, Oman, dan Uni Emirat Arab.

Erick Thohir Tekankan Fair Play

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai penunjukan wasit dari Kuwait berpotensi mengurangi netralitas pertandingan.

“Sekjen PSSI Yunus Nusi sudah mengirimkan surat resmi ke FIFA, dan saya juga akan mengirim surat ke AFC. Penunjukan wasit dari negara yang masih satu regional dengan lawan kita jelas menimbulkan pertanyaan soal independensi,” ujar Erick, Rabu (17/9/2025).

Ajukan Alternatif Wasit Netral

PSSI berharap FIFA maupun AFC menunjuk wasit dari kawasan yang lebih netral. Erick mencontohkan Asia Timur atau Eropa sebagai opsi terbaik.

“Kami lagi coba melobi. Kalau bisa wasitnya dari Australia, Jepang, China, atau bahkan dari Eropa. Ini demi menjunjung asas fair play,” tambahnya.

Laga Penentu Timnas Indonesia

Pertemuan Timnas Indonesia vs Arab Saudi dan Indonesia vs Irak akan sangat menentukan langkah Garuda di kualifikasi. Selain faktor lawan yang lebih berpengalaman, kepemimpinan wasit juga dikhawatirkan memengaruhi jalannya pertandingan.

Dengan protes resmi ini, PSSI berharap FIFA dan AFC segera mempertimbangkan ulang agar jalannya kompetisi tetap adil dan transparan.(*)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN