Friday, June 5, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Syahila dan Sharefa, Bibit Pelari Asahan yang Ditempa Disiplin Ayah Prajurit TNI

Mistar.idMinggu, 30 November 2025 17.15
AN
PR
syahila_dan_sharefa_bibit_pelari_asahan_yang_ditempa_disiplin_ayah_prajurit_tni

Syahila dan Sharefa (tengah) didampingi kedua orang tua berfoto bersama usai menerima hadiah dan medali. (Foto: Perdana/Mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID

Di antara ribuan peserta yang memadati ajang Fun Run 5K Korpri Asahan, Minggu (30/11/2025), sorotan tertuju pada dua gadis kecil yang berdiri di podium tertinggi.

Mereka bukan atlet nasional, bukan pula pelari profesional. Keduanya masih duduk di bangku sekolah tingkat SD dan SMP. Namun, langkah kaki yang ringan dan ritme napas yang stabil mengisyaratkan potensi besar bagi masa depan olahraga lari di Kabupaten Asahan.

Dua gadis bersaudara itu adalah Syahila Amira, 14 tahun, siswi kelas VIII SMP Negeri 2 Kisaran dan adiknya Sharefa Annisa, 9 tahun, siswi kelas IV SD Al-Washliyah 80 Kisaran.

Dengan catatan waktu 26 menit 57 detik, Syahila menyabet juara pertama. Tak lama kemudian, Sharefa menyentuh garis finis dengan waktu 28 menit 18 detik, mengunci posisi kedua.

Kemenangan itu bukan sekadar torehan medali. Keduanya menjadi simbol disiplin, ketekunan, dan kasih sayang seorang ayah yang membimbing dengan dedikasi tinggi.

Di balik prestasi mereka, ada sosok sang ayah, Serka Bambang Purnomo, prajurit Kodim 0208/Asahan. Ia bukan pelatih profesional, namun kedisiplinannya sebagai anggota TNI menjadi fondasi kuat bagi kedua putrinya menekuni cabang atletik sejak dini.

Saat ditemui Mistar, Serka Bambang tampak bangga sekaligus rendah hati saat mendampingi istrinya di sekitar podium.

“Latihan mereka seminggu enam kali. Sejak kecil saya biasakan disiplin. Pagi sekolah, siang istirahat, sore latihan lari bersama saya, malam les pelajaran, ada bahasa Inggris dan mengaji,” ujarnya.

Bagi sebagian anak seusia mereka, gawai adalah hiburan. Namun, bagi Syahila dan Sharefa, gawai justru jadi jendela inspirasi.

“Saya ganti algoritma HP mereka. Yang muncul bukan video hiburan, tapi prestasi olahraga, terutama atlet-atlet lari. Biar yang mereka lihat itu motivasi,” kata Bambang sambil tersenyum.

Hasilnya pun mulai terlihat. Beberapa bulan lalu, Syahila meraih medali emas pada Kejuaraan Daerah Atletik Sumatera Utara tingkat provinsi. Sang ayah menaruh keyakinan optimistis terhadap potensi besar kedua putrinya di cabang atletik.

Kemenangan di ajang Korpri Fun Run ini juga bukan yang pertama. Sebelumnya, pada Fun Run Kodim 0208/Asahan HUT TNI ke‑80, 26 Oktober 2025, kakak-beradik ini juga meraih juara satu dan dua di kategori yang sama.

Keberhasilan keduanya bahkan sempat membuat Taufik Zainal Abidin terkejut. Ia tak menyangka dua peserta bertubuh mungil mampu mengalahkan mayoritas peserta lain yang jauh lebih dewasa.

Sebagai bentuk apresiasi, Bupati langsung memberi hadiah tambahan berupa uang tunai.

“Harus fokus ya, latihan terus. Kalian mudah-mudahan jadi anak yang tidak hanya jadi kebanggaan orang tua, tapi besok bisa membanggakan daerah bahkan bangsa,” kata Taufik menyemangati mereka.

Di tengah ramainya pesta olahraga Fun Run yang digelar Korpri Kabupaten Asahan, kisah keduanya menjadi inspirasi. Mengingatkan bahwa prestasi besar tidak selalu lahir dari fasilitas mewah, tetapi dari kerja keras dan bimbingan penuh cinta dari sosok terdekat yakni sang ayah.

Ditempa sejak dini, tumbuh dengan disiplin, dan dikawal ayah yang memahami arti perjuangan dua pelari belia ini diharapkan menapaki masa depan cerah di lintasan atletik Indonesia.

Kilau medali di leher mereka bukan hanya tanda kemenangan, tetapi juga cermin mimpi besar yang mereka tapaki selangkah demi selangkah.

Dan di Asahan, pagi itu, ribuan pasang mata menyaksikan awal perjalanan dua pelari muda yang mungkin suatu hari akan berlari membawa nama Indonesia ke panggung dunia. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN