Swiss Hajar Yordania 4-1! Dua Penalti VAR, Xhaka Bersinar, Al-Fakhouri Curi Perhatian

Ilustrasi, Swiss Hajar Yordania 4-1! Dua Penalti VAR, Xhaka Bersinar, Al-Fakhouri Curi Perhatian. (foto:fotmob/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Timnas Swiss menunjukkan perbedaan kelas saat mengalahkan Yordania dengan skor telak 4-1 dalam pertandingan persahabatan internasional yang berlangsung di AFG Arena, Minggu (31/5/2026) malam WIB.
Kemenangan ini menjadi gambaran jelas tentang kualitas dan kedalaman skuad yang dimiliki Swiss. Meski berstatus laga uji coba, tim berjuluk Nati tampil serius sejak menit pertama dan mampu mendominasi sebagian besar jalannya pertandingan.
Breel Embolo, Dan Ndoye, Granit Xhaka, dan Christian Fassnacht bergantian mencatatkan nama di papan skor. Sementara Yordania hanya mampu membalas melalui gol indah Odeh Al-Fakhouri pada awal babak kedua.
Di balik skor mencolok tersebut, pertandingan juga diwarnai dua keputusan VAR yang berujung penalti untuk Swiss dan menjadi salah satu faktor penting yang membentuk jalannya laga.
VAR Membuka Jalan Dominasi Swiss
Swiss langsung mengambil kendali permainan sejak peluit awal dibunyikan. Kombinasi Granit Xhaka, Remo Freuler, dan Denis Zakaria membuat lini tengah Yordania kesulitan mengembangkan permainan.
Beberapa peluang sempat tercipta melalui Breel Embolo dan Johan Manzambi, tetapi penampilan kiper Yazeed Abulaila membuat Yordania mampu bertahan pada awal pertandingan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-28. Berawal dari pelanggaran terhadap Remo Freuler di kotak terlarang, wasit meninjau tayangan ulang melalui VAR sebelum menunjuk titik putih. Breel Embolo yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang untuk membawa Swiss unggul 1-0.
Gol tersebut membuat Swiss semakin percaya diri. Hanya lima menit berselang, Dan Ndoye menggandakan keunggulan melalui penyelesaian akurat setelah menerima umpan terobosan dari Michel Aebischer.
Saat Yordania mencoba keluar dari tekanan, Swiss kembali mendapatkan keuntungan menjelang turun minum. Embolo dijatuhkan di area penalti dan VAR sekali lagi mengonfirmasi pelanggaran tersebut.
Kapten Granit Xhaka tidak menyia-nyiakan kesempatan. Tendangan penalti pada menit ke-45+9 sukses memperbesar keunggulan menjadi 3-0 dan menutup babak pertama dengan dominasi penuh tim Eropa tersebut.
Gol Spektakuler Al-Fakhouri Sempat Hidupkan Harapan
Yordania tidak menyerah begitu saja. Pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain pada awal babak kedua untuk meningkatkan intensitas serangan.
Perubahan itu langsung membuahkan hasil pada menit ke-52. Odeh Al-Fakhouri melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang meluncur ke sudut bawah gawang Swiss tanpa mampu dijangkau Marvin Keller.
Gol tersebut menjadi salah satu momen terbaik dalam pertandingan dan sempat membangkitkan optimisme Yordania untuk mengejar ketertinggalan.
Mousa Al Tamari, yang menjadi pemain paling berbahaya di kubu Yordania, beberapa kali merepotkan pertahanan Swiss melalui kecepatan dan kemampuan dribelnya. Bahkan pada menit ke-58 sempat terjadi pemeriksaan VAR terkait potensi penalti bagi Yordania.
Namun, setelah dilakukan pengecekan, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran yang layak diganjar penalti.
Kedalaman Skuad Swiss Jadi Pembeda
Jika ada satu hal yang paling menonjol dari pertandingan ini, maka jawabannya adalah kedalaman skuad Swiss.
Pada awal babak kedua, Swiss melakukan pergantian pemain dalam jumlah besar. Nama-nama seperti Ardon Jashari, Zeki Amdouni, Ricardo Rodríguez, hingga Christian Fassnacht masuk menggantikan pemain inti.
Menariknya, kualitas permainan Swiss tidak mengalami penurunan. Mereka tetap mampu mengontrol penguasaan bola dan menciptakan peluang berbahaya.
Keunggulan itu akhirnya bertambah pada menit ke-79. Christian Fassnacht berhasil memanfaatkan celah di pertahanan Yordania dan mencetak gol keempat Swiss untuk memastikan kemenangan 4-1.
Gol tersebut sekaligus menutup pertandingan yang memperlihatkan perbedaan efektivitas antara kedua tim.
Fakta Menarik: Dua Gol Penalti dan Satu Gol Terbaik Malam Itu
Laga ini menghadirkan sejumlah catatan menarik.
Dua dari empat gol Swiss lahir melalui titik putih setelah intervensi VAR. Situasi tersebut menunjukkan bagaimana teknologi video menjadi faktor penting dalam menentukan jalannya pertandingan.
Di sisi lain, gol Odeh Al-Fakhouri layak disebut sebagai gol terbaik malam itu. Tembakan jarak jauhnya menjadi satu-satunya momen ketika pertahanan Swiss benar-benar gagal mengantisipasi serangan lawan.
Selain itu, Swiss juga menunjukkan kemewahan skuad mereka. Meski melakukan rotasi besar-besaran, kualitas permainan tetap terjaga hingga akhir laga.
Swiss Semakin Siap, Yordania Mendapat Pelajaran Berharga
Hasil ini mengirimkan pesan positif bagi Swiss menjelang agenda kompetitif berikutnya. Tim asuhan Murat Yakin memperlihatkan keseimbangan antara pengalaman dan regenerasi.
Granit Xhaka masih menjadi pemimpin yang mampu mengendalikan tempo permainan, sementara pemain-pemain muda seperti Johan Manzambi dan Ardon Jashari menunjukkan potensi besar untuk menjadi tulang punggung masa depan.
Bagi Yordania, kekalahan ini memang menyakitkan dari sisi skor. Namun, pertandingan melawan tim sekelas Swiss memberikan gambaran nyata mengenai level yang harus mereka capai untuk bersaing secara konsisten di panggung internasional.
Perbedaan terbesar terlihat pada disiplin bertahan dan kemampuan mengambil keputusan di area krusial. Dua pelanggaran yang berujung penalti menjadi bukti bahwa detail kecil dapat mengubah jalannya pertandingan melawan tim elite.
Meski demikian, performa Mousa Al Tamari dan gol spektakuler Odeh Al-Fakhouri menjadi sinyal bahwa Yordania tetap memiliki kualitas untuk terus berkembang dan memberikan kejutan di level internasional.
Pada akhirnya, Swiss pulang dengan kemenangan meyakinkan 4-1. Namun di balik skor tersebut, laga ini juga menjadi pelajaran berharga bagi Yordania tentang standar yang harus dicapai untuk menantang kekuatan-kekuatan besar dunia sepak bola.
(fotmob/ai/hm7)




















