Scottie Barnes Cetak Triple-Double Bersejarah, Raptors Kalahkan Warriors

Laga antara Raptors vs Warriors. (foto:yahoo/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Scottie Barnes hanya fokus pada satu statistik, yakni rekor menang-kalah Toronto Raptors. Namun, dengan pendekatan tersebut, Barnes tetap menampilkan performa kaliber bintang yang ditandai dengan penampilan gemilang bersejarah dalam kemenangan Toronto Raptors 141-127 atas Golden State Warriors pada Minggu (28/12/2025).
Barnes mencatatkan triple-double pertamanya musim ini dengan torehan 23 poin, 25 rebound tertinggi dalam sejarah franchise Raptors serta 10 assist. Rebound terpenting Barnes terjadi 24,8 detik sebelum akhir kuarter keempat ketika pemain Raptors, Brandon Ingram, gagal mencetak tembakan tiga angka dari jarak 24 kaki. Barnes berhasil mengamankan bola rebound tersebut dan memasukkannya kembali ke ring untuk menyamakan kedudukan 122-122, sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
“Tidak ada yang benar-benar terlintas di kepala saya,” ujar Barnes mengenai momen krusial tersebut. “Saya hanya berusaha merebut rebound dan memasukkannya kembali ke ring. Saya melihat ke mana bola pergi dan mencoba melakukan apa pun yang diperlukan untuk menang.”
Dengan catatan tersebut, Barnes menjadi pemain ke-23 dalam sejarah NBA yang mampu mencetak minimal 23 poin, 25 rebound, dan 10 assist dalam satu pertandingan. Legenda NBA Wilt Chamberlain mendominasi daftar ini dengan 15 penampilan serupa, disusul Elgin Baylor (dua kali), Maurice Stokes, Bob Pettit, Maurice Lucas, dan yang terbaru Nikola Jokic.
Meski mencetak rekor, Barnes tetap rendah hati. Ia menegaskan bahwa dirinya hanya berusaha bermain sebaik mungkin di lapangan. “Saya berada dalam situasi di mana saya bisa merebut rebound dan membantu rekan setim. Saya hanya ingin memberikan dampak dan menjadi yang terbaik yang saya bisa,” kata Barnes.
Immanuel Quickley turut menyumbang 27 poin dan tujuh assist untuk Raptors (19-14), sementara Brandon Ingram menambahkan 26 poin dan enam assist. Pelatih kepala Raptors, Darko Rajakovic, memuji ketangguhan timnya, terutama kontribusi Barnes.
“Ketangguhan luar biasa dari seluruh tim, dan Scottie memimpin itu melalui rebound, permainan ofensif, serta pertahanan. Dia berada di level yang sangat tinggi hari ini,” ujar Rajakovic.
Di kubu Warriors, Stephen Curry mencetak poin tertinggi dalam pertandingan dengan 39 angka, termasuk 14 poin di kuarter ketiga. Namun, Curry mengakui bahwa Barnes menjadi sosok yang mengatur tempo permainan.
“Dia bermain dengan kecepatannya sendiri. Dia memberi Raptors banyak penguasaan bola tambahan sepanjang malam, terutama melalui sembilan rebound ofensif,” kata Curry.
Raptors tampil tanpa dua center utama mereka, Jakob Poeltl yang mengalami cedera punggung bawah dan Collin Murray-Boyles yang sakit. Laporan media menyebutkan bahwa Toronto telah mengontrak center bebas agen Mo Bamba dengan kontrak satu tahun. Dalam kondisi tersebut, Barnes yang bertinggi enam kaki delapan inci harus berperan sebagai center fleksibel.
“Saya hanya memiliki peran yang berbeda. Saya bermain sebagai center dan mencoba mencari cara lain untuk mengatur serangan serta tetap agresif,” ujar Barnes.
Sementara itu, kekalahan ini menyoroti masalah besar Warriors dalam perebutan rebound. Golden State kalah rebound 55-42 dari Raptors yang kehilangan center utama mereka. Performa dominan Barnes memicu kritik dari analis NBA Kendrick Perkins terhadap pelatih kepala Warriors, Steve Kerr, yang dinilai gagal memanfaatkan potensi Jonathan Kuminga.
Pertandingan ini menandai DNP (Did Not Play) keempat berturut-turut bagi Kuminga. Penampilan terakhirnya terjadi pada 18 Desember saat Warriors kalah 99-98 dari Phoenix Suns. Hingga kini, masih belum jelas masa depan Kuminga bersama Warriors, terutama menjelang 15 Januari saat forward muda tersebut berpotensi tersedia untuk ditukar. (hm16)




















