PSM Makassar vs Persebaya: Misi Putus Rekor Buruk, Tavares Kembali Hadapi Mantan Klub

PSM Makassar vs Persebaya di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Kamis (22/10/2026), pukul 15.30 WIB atau 16.30 WITA. (foto ilustrasi:gemini/wikipedia/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (22/10/2026) — Bernardo Tavares kembali ke klub yang pernah membesarkan namanya, tetapi kali ini sebagai lawan. Pelatih Persebaya Surabaya itu bakal menghadapi mantan klubnya, PSM Makassar, dalam duel pekan keenam Super League 2026/2027 yang sarat gengsi, nostalgia, dan pertaruhan tiga poin.
Laga PSM Makassar vs Persebaya Surabaya berlangsung di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Kamis (22/10/2026), pukul 15.30 WIB atau 16.30 WITA.
Bukan sekadar reuni Tavares, pertandingan ini juga menjadi ujian bagi Juku Eja untuk memutus tren buruk melawan Bajul Ijo. PSM belum pernah menang dalam enam pertemuan terakhir, sementara Persebaya datang dengan catatan belum terkalahkan musim ini.
Namun, tuan rumah memiliki modal penting: kemenangan pada laga sebelumnya, dukungan publik Parepare, serta waktu pemulihan yang lebih panjang.
Reuni Bernardo Tavares, Mantan Pahlawan PSM Kini Jadi Ancaman
Bernardo Tavares bukan sosok asing bagi publik Makassar. Pelatih asal Portugal itu pernah mengantarkan PSM menjuarai Liga 1 2022/2023 sekaligus mengakhiri penantian gelar selama 23 tahun.
Kini, Tavares kembali sebagai nakhoda Persebaya. Pengetahuannya tentang karakter Juku Eja berpotensi menjadi keuntungan tersendiri bagi Green Force.
Sebaliknya, pelatih PSM, Darije Kalezic, dituntut menyiapkan pendekatan berbeda agar permainan timnya tidak mudah dibaca.
Reuni ini semakin menarik karena sejumlah mantan pemain PSM, termasuk Yuran Fernandes, Reza Arya, dan Ricky Pratama, kini berada di kubu Persebaya.
Pertandingan pun menjanjikan duel emosional antara sosok-sosok yang pernah berjuang bersama, tetapi sekarang harus saling mengalahkan.
Bola Mati Persebaya Jadi Ancaman, PSM Diminta Lebih Disiplin
Selain faktor Tavares, PSM harus mewaspadai kemampuan Persebaya memanfaatkan situasi bola mati (set piece).
Darije Kalezic secara khusus mengingatkan pemainnya agar tidak melakukan pelanggaran atau memberikan sepak pojok yang tidak perlu.
Peringatan itu bukan tanpa alasan. Dalam lima pertandingan awal, PSM tercatat melakukan 67 pelanggaran atau rata-rata 13,4 kali per laga.
Agresivitas tersebut berisiko menjadi bumerang ketika menghadapi tim yang berbahaya melalui tendangan bebas dan sepak pojok.
Karena itu, duel udara, penjagaan di kotak penalti, dan antisipasi bola kedua (second ball) bakal menjadi aspek krusial dalam pertahanan Juku Eja.
Satu kesalahan kecil dalam mengantisipasi bola mati bisa menentukan hasil pertandingan.
PSM Unggul Waktu Istirahat, Persebaya Dihantui Masalah Kebugaran
Keuntungan lain PSM terletak pada masa pemulihan pemain.
Pasukan Ramang terakhir bertanding pada 16 Oktober ketika mengalahkan PSIM Yogyakarta 2-1. Sementara itu, Persebaya baru bermain imbang 2-2 melawan PSS Sleman pada 18 Oktober.
Artinya, PSM mempunyai jeda enam hari, sedangkan Persebaya hanya empat hari sebelum pertandingan.
Selisih dua hari tersebut berpotensi memengaruhi intensitas permainan, terutama memasuki babak kedua.
PSM dapat memanfaatkan kondisi ini dengan menerapkan tekanan agresif (pressing) dan transisi cepat untuk menguras stamina lawan.
Sebaliknya, Persebaya kemungkinan akan lebih selektif dalam melakukan tekanan, menjaga kerapatan antarlini, lalu mengandalkan serangan balik.
Meski demikian, kebugaran aktual tetap bergantung pada rotasi, menit bermain, dan kondisi masing-masing pemain.
Rekor PSM vs Persebaya: Juku Eja Enam Laga Tanpa Kemenangan
Catatan pertemuan menjadi tantangan besar bagi PSM.
Dalam enam bentrokan terakhir, Juku Eja hanya meraih tiga hasil imbang dan menelan tiga kekalahan dari Persebaya.
Kemenangan terakhir PSM atas Bajul Ijo terjadi pada 24 Februari 2023 dengan skor 1-0.
Menariknya, dalam 14 pertemuan sejak 2018, persaingan kedua tim sebenarnya cukup berimbang. Persebaya mengoleksi enam kemenangan, PSM lima kemenangan, dan tiga pertandingan berakhir imbang.
Artinya, dominasi Bajul Ijo dalam enam duel terakhir bukan sesuatu yang mustahil dipatahkan.
Momentum kemenangan atas PSIM bisa menjadi suntikan kepercayaan diri bagi PSM. Namun, mereka harus meningkatkan efektivitas serangan sekaligus menghindari kesalahan saat kehilangan penguasaan bola.
Prediksi PSM vs Persebaya: Duel Ketat Berpotensi Berakhir Imbang
PSM memiliki tiga keuntungan utama: bermain di kandang, waktu pemulihan yang lebih panjang, dan momentum kemenangan.
Namun, Persebaya tidak datang tanpa modal. Bajul Ijo belum terkalahkan dalam lima pertandingan awal, dengan dua kemenangan dan tiga hasil imbang.
Kemampuan Tavares membaca permainan PSM serta ancaman bola mati dapat menjadi senjata tim tamu.
Secara taktik, tuan rumah diperkirakan mencoba menekan sejak awal, sedangkan Persebaya berpotensi mengandalkan organisasi pertahanan dan serangan balik cepat.
Pertandingan kemungkinan ditentukan oleh efektivitas penyelesaian akhir, disiplin bertahan, serta kemampuan kedua tim menjaga intensitas hingga menit terakhir.
Prediksi skor PSM Makassar vs Persebaya Surabaya: 1-1.
PSM punya peluang mengakhiri tren negatif apabila mampu memaksimalkan keuntungan kandang dan kebugaran. Namun, ketangguhan Persebaya membuat hasil imbang menjadi skenario yang realistis.
Bagi Tavares, laga ini bukan hanya soal kembali ke Parepare. Ada kesempatan untuk membuktikan kualitasnya di hadapan klub yang pernah dibawanya berjaya.
Sementara itu, bagi Juku Eja, kemenangan atas Bajul Ijo akan menjadi penegasan kebangkitan sekaligus mengakhiri penantian panjang sejak Februari 2023.
(ileague/persebaya/*/hm27)









































