Thursday, October 22, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Jadwal Liga Konferensi UEFA Matchday 2: Ajax vs Atalanta Jadi Sorotan, Brighton Buru Kemenangan

Mistar.idKamis, 22 Oktober 2026 pukul 10.30 WIB
jadwal_liga_konferensi_uefa_matchday_2_ajax_vs_atalanta_jadi_sorotan_brighton_buru_kemenangan

Jadwal Liga Konferensi UEFA Matchday 2: Ajax vs Atalanta Jadi Sorotan, Brighton Buru Kemenangan. (foto ilustrasi:zdfheute/gemini/mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID (22/10/2026) — Liga Konferensi UEFA 2026/2027 memasuki matchday kedua, Kamis (22/10/2026) malam hingga Jumat (23/10/2026) dini hari WIB. Duel Ajax vs Atalanta menjadi sorotan utama, sementara Brighton, Monaco, dan Hajduk Split memburu kemenangan penting dalam persaingan fase liga.

Sebanyak 18 pertandingan siap mengguncang panggung sepak bola Eropa. Sejumlah klub unggulan berambisi mempertahankan tren positif, sedangkan tim yang terpeleset pada laga pembuka menghadapi tekanan untuk segera bangkit.

Ajax menjadi salah satu tim yang paling disorot. Raksasa Belanda itu harus merespons kekalahan 1-2 dari Hajduk Split, tetapi lawan berikutnya justru Atalanta yang tampil meyakinkan pada matchday pertama.

Di sisi lain, Brighton berpeluang melanjutkan start impresif setelah menang telak 4-0 atas Kauno Žalgiris. Persaingan semakin menarik karena setiap poin dan selisih gol berpengaruh terhadap peluang lolos ke fase gugur.

Jadwal Lengkap Liga Konferensi UEFA Matchday 2

Berikut jadwal pertandingan matchday kedua Liga Konferensi UEFA 2026/2027 dalam Waktu Indonesia Barat (WIB).

Kamis, 22 Oktober 2026

Pukul 21.30 WIB

Kairat Almaty vs Panathinaikos

Pukul 23.45 WIB

Getafe vs Lugano

Inter Escaldes vs Universitatea Craiova

Trabzonspor vs Hearts

Iberia Tbilisi (Saburtalo) vs Mjällby

Nordsjælland vs CSKA Sofia

Jablonec vs Brighton

Kauno Žalgiris vs Brann

Crvena Zvezda vs Copenhagen

Pafos vs Riga FC

Jumat, 23 Oktober 2026

Pukul 02.00 WIB

AGF Aarhus vs Egnatia

Borac vs KuPS

Thun vs Hajduk Split

Lincoln Red Imps vs Twente

Ajax vs Atalanta

Monaco vs Freiburg

Braga vs Gent

Midtjylland vs STVV

Jadwal dapat berubah mengikuti keputusan penyelenggara.

Ajax vs Atalanta: Duel Panas Dua Filosofi Menyerang

Pertemuan Ajax dan Atalanta menjadi salah satu laga paling menarik pada matchday kedua.

Ajax membutuhkan kemenangan setelah secara mengejutkan dikalahkan Hajduk Split. Namun, misi tersebut tidak mudah karena Atalanta datang dengan kepercayaan diri tinggi seusai menundukkan Pafos 3-1.

Pertandingan ini berpotensi menghadirkan adu strategi antara positional play Ajax dan serangan vertikal Atalanta.

Ajax dituntut lebih efektif dalam membangun serangan sekaligus menjaga keseimbangan lini belakang. Sebaliknya, Atalanta bisa memanfaatkan high pressing, transisi cepat, dan ruang di belakang pertahanan lawan.

Jika Ajax kembali kehilangan poin, tekanan dalam perebutan posisi delapan besar bakal semakin besar.

Brighton dan Monaco Bidik Kemenangan Beruntun

Brighton menjadi salah satu tim yang mencuri perhatian pada pertandingan pembuka setelah menghancurkan Kauno Žalgiris 4-0.

Menghadapi Jablonec, wakil Inggris tersebut berpeluang kembali mendominasi penguasaan bola melalui progressive passing dan eksploitasi half-space.

Meski demikian, Jablonec berpotensi memberikan perlawanan melalui serangan langsung dan situasi bola mati.

Sementara itu, Monaco menghadapi Freiburg dalam duel dua tim yang sama-sama meraih kemenangan pada matchday pertama.

Monaco sebelumnya mengalahkan CSKA Sofia 2-1, sedangkan Freiburg menundukkan Jablonec 3-2.

Pertarungan lini tengah, efektivitas counter-pressing, dan disiplin defensive transition diperkirakan menjadi faktor penentu.

Hajduk Split dan Trabzonspor Berpotensi Jadi Ancaman

Kejutan terbesar pada matchday pertama datang dari Hajduk Split yang sukses menumbangkan Ajax 2-1.

Kini, klub Kroasia tersebut menghadapi Thun dengan target mempertahankan momentum. Kecepatan serangan balik dan efektivitas penyelesaian akhir menjadi senjata potensial Hajduk.

Di pertandingan lain, Trabzonspor menjamu Hearts setelah mengalahkan KuPS 4-2.

Dukungan publik tuan rumah dapat menjadi keuntungan bagi Trabzonspor, terutama jika mampu mengoptimalkan serangan sayap, overlapping run, dan peluang dari bola mati.

Namun, Hearts tetap memiliki kesempatan mencuri poin apabila mampu mempertahankan organisasi pertahanan dan memaksimalkan transisi menyerang.

Fakta Menarik: Brighton Solid, Hajduk Punya Senjata Muda

Sejumlah catatan menarik menambah daya tarik matchday kedua Liga Konferensi UEFA.

Brighton mengawali fase liga dengan kemenangan empat gol tanpa balas. Hasil tersebut memberi modal selisih gol yang berharga dalam persaingan klasemen.

Hajduk Split juga mencuri perhatian berkat Marin Šotiček. Pemain berusia 22 tahun itu menyumbangkan satu gol dan satu assist ketika timnya mengalahkan Ajax.

Sementara itu, duel Crvena Zvezda kontra Copenhagen menghadirkan kembali rivalitas lama. Kedua tim pernah bertemu pada kualifikasi Liga Champions 2019/2020, ketika Crvena Zvezda menang dramatis 7-6 melalui adu penalti.

Fakta tersebut memperlihatkan bahwa Liga Konferensi UEFA tidak hanya menawarkan persaingan klub unggulan, tetapi juga kejutan dan rivalitas yang sulit diprediksi.

Persaingan 36 Klub: Selisih Gol Bisa Jadi Penentu

Liga Konferensi UEFA menggunakan format fase liga yang melibatkan 36 klub. Setiap peserta memainkan enam pertandingan menghadapi enam lawan berbeda.

Delapan tim teratas langsung melaju ke babak 16 besar, sedangkan penghuni posisi 9–24 harus melewati babak play-off fase gugur.

Dengan jumlah pertandingan terbatas, efektivitas serangan dan soliditas pertahanan menjadi faktor krusial.

Klub yang mampu mencetak banyak gol sekaligus mempertahankan clean sheet memiliki keuntungan dalam persaingan selisih gol apabila mengoleksi poin sama.

Karena itu, kemenangan tipis belum tentu cukup untuk memberikan posisi ideal dalam klasemen.

Matchday kedua berpotensi menjadi titik balik persaingan Liga Konferensi UEFA 2026/2027. Ajax dituntut bangkit, Atalanta ingin melanjutkan tren positif, sedangkan Brighton dan Monaco berusaha mempertegas status sebagai kandidat kuat.

Dengan 18 pertandingan tersaji, peluang terjadinya kejutan masih terbuka lebar. Siapa yang akan tampil dominan, dan klub unggulan mana yang justru kembali terpeleset?

(uefa/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN