Monday, July 20, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Persijap Jepara vs Dewa United: Laga Penentuan Laskar Kalinyamat di Akhir Putaran Pertama Super League

Mistar.idSenin, 12 Januari 2026 pukul 05.30 WIB
persijap_jepara_vs_dewa_united_laga_penentuan_laskar_kalinyamat_di_akhir_putaran_pertama_super_league

Persijap Jepara vs Dewa United (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Persijap Jepara akan menjalani laga krusial penutup putaran pertama BRI Super League 2025/2026 saat menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Senin (12/1/2026). Pertandingan ini menjadi momen penentuan nasib Laskar Kalinyamat sebelum kompetisi memasuki jeda paruh musim dan bursa transfer dibuka.

Bagi Persijap, laga ini bukan sekadar formalitas. Rentetan hasil buruk membuat posisi mereka kian terjepit di papan bawah. Hingga pekan ke-16, Persijap masih terpuruk di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin dari dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan sebelas kekalahan. Sebelas pertandingan tanpa kemenangan menjadi catatan kelam yang ingin segera diputus.

Pelatih Persijap, Divaldo Alves, menegaskan bahwa timnya tidak ingin menutup putaran pertama dengan hasil negatif, terlebih bermain di kandang sendiri. Ia meminta para pemain tampil fokus sejak menit awal dan memanfaatkan dukungan suporter yang kembali hadir setelah sanksi Komdis PSSI berakhir.

“Kami tidak mau kekalahan terulang lagi. Jika pemain bisa fokus dan disiplin, kami punya peluang memperbaiki posisi,” ujar Divaldo.

Evaluasi Total dan Sinyal Perombakan Skuad

Kekalahan 0-2 dari Persija Jakarta pada laga sebelumnya menjadi bahan evaluasi serius bagi tim pelatih. Divaldo mengakui bahwa Persijap harus melakukan pembenahan menyeluruh jika ingin bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional.

Manajemen Persijap sudah bergerak cepat dengan mendatangkan dua pemain asing, Borja Herrera dan Aly Ndom. Namun, langkah itu belum berhenti. Divaldo mengungkapkan bahwa timnya masih membidik tambahan dua pemain lagi, terdiri dari satu pemain lokal berpengalaman dari Liga 1 serta satu pemain asing tambahan untuk memperkuat struktur tim di putaran kedua.

“Kami sudah identifikasi kebutuhan tim. Putaran kedua harus lebih kuat,” tegas pelatih asal Portugal tersebut.

Harapan dari Kandang dan Dukungan Suporter

Bermain di Stadion Gelora Bumi Kartini memberi suntikan moral tersendiri bagi Persijap. Dalam beberapa laga kandang terakhir, animo penonton sempat menurun akibat hasil buruk dan sanksi pertandingan tanpa penonton. Kini, kembalinya suporter diharapkan menjadi energi tambahan bagi Rosalvo dan rekan-rekan.

Divaldo menaruh respek besar pada kesetiaan pendukung Persijap yang tetap hadir di tengah situasi sulit.

“Suporter butuh harapan. Mereka sedih ketika kami tidak menang, tapi cinta mereka ke klub sangat besar. Kami ingin mempersembahkan poin untuk mereka,” katanya.

Bek kanan Persijap, Rahmat Hidayat, juga menegaskan kesiapan penuh tim untuk laga penting ini. Menurutnya, kemenangan sangat berarti, bukan hanya untuk keluar dari zona degradasi, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab kepada suporter.

“Kami main di rumah sendiri. Dukungan suporter sangat berarti dan kami siap memberikan yang terbaik,” ujar Rahmat.

Dewa United Tak Bisa Diremehkan

Meski berada di peringkat ke-14 dengan 17 poin, Dewa United datang ke Jepara dengan status tim yang lebih stabil. Tim berjuluk Banten Warriors itu dikenal memiliki sejumlah pemain berpengalaman dan gaya bermain direct, terutama lewat bola-bola panjang ke sektor sayap.

Divaldo menyebut pihaknya sudah menyiapkan strategi dinamis untuk meredam permainan Dewa United, sekaligus memanfaatkan celah jika beberapa pemain kunci lawan absen.

“Strategi harus fleksibel. Kami antisipasi permainan sayap mereka,” jelasnya.

Laga Penentuan Sebelum Jeda

Pertandingan Persijap Jepara vs Dewa United menjadi laga kandang terakhir Laskar Kalinyamat di putaran pertama. Hasil laga ini akan sangat menentukan arah langkah Persijap di paruh musim kedua Super League 2025/2026.

Kemenangan bukan hanya soal tambahan tiga poin, tetapi juga momentum kebangkitan dan kepercayaan diri untuk keluar dari tekanan degradasi. Sebaliknya, hasil buruk berpotensi memperpanjang krisis dan membuat jalan bertahan di liga semakin terjal.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN