Monday, July 20, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Liverpool vs Sunderland 1–1: Drama Gol Bunuh Diri, Tekanan Tanpa Henti, dan Wajah Baru Juara Bertahan

Mistar.idKamis, 4 Desember 2025 pukul 15.44 WIB
liverpool_vs_sunderland_11_drama_gol_bunuh_diri_tekanan_tanpa_henti_dan_wajah_baru_juara_bertahan

Para pemain Sunderland saat merayakan golnya. (foto:reuters/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Liverpool gagal meraih kemenangan saat menjamu Sunderland di Anfield. Laga yang penuh tensi, peluang bertubi-tubi, hingga gol bunuh diri akhirnya berakhir imbang 1–1. Hasil ini memperlihatkan dua sisi: Liverpool yang dominan namun rapuh, serta Sunderland yang tampil tanpa rasa takut menghadapi tim juara bertahan.

Sunderland Berani Sejak Kick-Off

Datang sebagai tim promosi tak membuat Sunderland rendah diri. Regis Le Bris menginstruksikan pressing agresif di area tengah untuk memaksa Liverpool melakukan kesalahan. Strategi itu langsung terlihat lewat peluang Trai Hume yang menghantam mistar, serta dua tembakan Omar Alderete yang ditepis Alisson, termasuk satu bicycle kick spektakuler.

Hampir seluruh xG Sunderland tercipta sebelum menit 65, bukti bahwa mereka berani bermain terbuka dan tidak sekadar bertahan.

Liverpool Dominan tapi Mandul

Meski Sunderland tampil agresif, Liverpool tetap memegang kendali permainan. Namun, persoalan klasik era Arne Slot kembali muncul: banyak peluang, minim penyelesaian. Florian Wirtz gagal memaksimalkan peluang emas, sementara Szoboszlai, Mac Allister, dan Isak belum cukup klinis.

The Reds mencatat 0.73 xG di babak pertama, tetapi tetap tak mampu menjebol gawang Roefs.

Gol Talbi: Serangan Balik Mematikan

Kebuntuan pecah ketika Virgil van Dijk salah mengalirkan bola. Le Fée membaca situasi dengan cepat dan mengirim umpan terobosan untuk Chemsdine Talbi. Sang gelandang melepaskan tendangan looping yang melambung mulus melewati Alisson.

Anfield terdiam. Sunderland unggul 1–0 dari gol yang lahir dari pressing dan transisi cepat—dua hal yang menjadi ciri khas permainan mereka musim ini.

Wirtz Mengubah Momentum, Gol Bunuh Diri Selamatkan Liverpool

Tertinggal di kandang, Arne Slot memasukkan Mohamed Salah dan Federico Chiesa untuk meningkatkan tekanan. Tempo Liverpool naik drastis, hingga akhirnya aksi brilian Florian Wirtz memecah kebuntuan.

Wirtz melewati dua pemain, masuk ke kotak penalti, lalu melepaskan tembakan yang membentur Nordi Mukiele dan berbelok masuk. Resmi tercatat sebagai gol bunuh diri, tetapi kontribusi Wirtz menjadi titik balik pertandingan.

Skor berubah menjadi 1–1, dan Anfield kembali hidup.

Drama Menit Akhir: Dua Tim Hampir Menang

Menjelang akhir laga, pertandingan berubah menjadi kekacauan penuh peluang:

- Roefs menepis tembakan Konate dan Gravenberch.

- Salah, Chiesa, Szoboszlai, dan Jones masing-masing punya kans untuk membawa Liverpool unggul.

- Ekitike hampir mencetak gol lewat putaran cepat di depan gawang.

Namun peluang terbesar justru dimiliki Sunderland. Ketika seluruh pemain Liverpool maju, Roefs mengirim bola panjang yang membuat Isidor berlari bebas. Ia sukses melewati Alisson dan tinggal menembak ke gawang kosong—tetapi Chiesa melakukan sprint puluhan meter untuk melakukan clearance heroik tepat di garis gawang.

Satu aksi yang menyelamatkan Liverpool dari kekalahan memalukan di rumah sendiri.

Analisis Taktik

Liverpool (4-2-3-1): Kreatif tetapi Rapuh

- Build-up solid, namun transisi defensif buruk.

- Ketergantungan tinggi pada kreativitas Wirtz dan Salah.

- Finishing menjadi masalah utama.

Sunderland (5-4-1): Terorganisir dan Berani

- Pertahanan kompak, tekanan terukur.

- Le Fée dan Talbi sangat efektif di ruang antarlini.

- Serangan balik terstruktur menjadi senjata mematikan.

Kesimpulan: Salah Satu Laga 1–1 Terbaik Musim Ini

Hasil ini kembali menunjukkan:

- Liverpool masih mencari stabilitas di bawah Arne Slot.

- Sunderland bukan sekadar tim promosi—mereka tim yang matang dan berani.

- Premier League tetap menghadirkan drama sampai detik terakhir.

Skor 1–1 terasa mengecewakan bagi Liverpool, tetapi bagi Sunderland, ini adalah pernyataan bahwa mereka layak bersaing di papan atas.

(fotmob/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN