Kasus FFP, Manchester City Bakal Degradasi?

Etihad Stadium, markas Manchester City. (foto: Manchester City)
London, MISTAR.ID - Manchester City dikabarkan berpotensi menerima hukuman berat terkait kasus pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP). Salah satu skenario yang disebut dalam laporan media Inggris adalah degradasi dari Premier League akibat pengurangan poin dalam jumlah besar.
Laporan jurnalis Oliver Holt di Daily Mail menyebut sumber internal menilai Manchester City berpotensi menghadapi tiga bentuk sanksi. Selain pengurangan poin yang dapat menyebabkan degradasi, klub berjuluk The Citizens itu juga dikabarkan terancam denda besar.
Sementara itu, skenario terburuk berupa pengusiran Manchester City ke League Two atau divisi yang lebih rendah disebut kecil kemungkinannya terjadi.
Kasus ini bermula setelah Premier League membawa Manchester City ke komisi independen pada awal 2023 menyusul penyelidikan selama empat tahun terhadap dugaan pelanggaran aturan keuangan pada periode 2009-2018.
Proses persidangan berlangsung selama enam pekan pada akhir 2024. Manchester City membantah tuduhan tersebut dan terus berupaya membuktikan bahwa klub tidak melakukan pelanggaran sebagaimana yang dituduhkan.
Di tengah proses tersebut, Manchester City tetap menjalankan aktivitas transfer pemain seperti biasa. Klub itu bahkan menggelontorkan lebih dari £400 juta untuk merekrut pemain pada bursa transfer musim panas.
Menurut laporan Daily Mail, salah satu kemungkinan sanksi terhadap Manchester City adalah pengurangan poin dalam jumlah besar yang dapat memastikan klub tersebut terdegradasi dari Premier League. Selain itu, City dikabarkan berpotensi menerima denda finansial dengan nilai yang sangat besar.
Laporan tersebut juga menyebut kemungkinan adanya pengurangan poin tambahan yang dapat membuat Manchester City bertahan di Championship setidaknya selama satu musim berikutnya.
Namun, penerapan sanksi tambahan di Championship akan berkaitan dengan kewenangan English Football League (EFL). Meski laporan itu menilai sanksi tersebut kemungkinan dapat diterima, keputusan akhirnya tidak dapat dianggap pasti.
Selain degradasi ke Championship, muncul pula spekulasi mengenai kemungkinan Manchester City dikeluarkan dari kompetisi hingga harus bermain di League Two atau divisi yang lebih rendah.
Namun, menurut sumber yang dikutip Daily Mail, skenario tersebut dinilai kecil kemungkinannya karena berpotensi menimbulkan kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Premier League maupun EFL.
Pengusiran langsung ke divisi yang lebih rendah juga dinilai dapat menimbulkan persoalan baru bagi penyelenggaraan kompetisi sepak bola Inggris.
Laporan tersebut turut menyebut Premier League mendorong agar pengumuman hukuman dilakukan sebelum proses banding Manchester City selesai. Meski demikian, waktu pengumuman dan bentuk sanksi akhirnya masih menjadi hal yang dinantikan.
Mantan bek Arsenal, Martin Keown, sebelumnya menyampaikan pandangan berbeda mengenai kemungkinan hukuman yang akan diterima Manchester City.
Dalam wawancara dengan talkSPORT, Keown mengaku mendengar kabar bahwa perkembangan kasus tersebut dapat diketahui dalam beberapa pekan.
“Saya mendengar kabar bahwa semua ini akan selesai dalam beberapa pekan. Dalam sekitar enam pekan, kita akan melihat apa yang akan terjadi,” kata Keown.
Ia juga memperkirakan hukuman yang dijatuhkan mungkin tidak seberat yang selama ini dibayangkan.
“Mungkin mereka hanya mendapat denda besar dan kita kembali fokus ke lapangan sepak bola,” ujarnya. (*)




































