Iraola Kritik Keputusan Wasit Soal Kartu Merah Gravenberch

Pelatih Liverpool Andoni Iraola. (foto: AP/Mistar)
Liverpool, MISTAR.ID - Kekalahan Liverpool dari Manchester City dengan skor 0-3 di Anfield menyisakan kontroversi terkait keputusan wasit. Andoni Iraola menilai kartu kuning pertama yang diterima Ryan Gravenberch tidak semestinya diberikan hingga berujung pada pengusiran sang gelandang.
Dalam pertandingan lanjutan Premier League 2026/2027, Minggu (11/10/2026) malam WIB, Liverpool harus bermain dengan 10 orang setelah Gravenberch menerima kartu kuning kedua. Hukuman tersebut diberikan menyusul pelanggaran terhadap Jeremy Doku.
Situasi itu menjadi titik balik pertandingan. Manchester City langsung meningkatkan tekanan dan berhasil mencetak tiga gol melalui Erling Haaland, Doku, serta Rayan Cherki pada babak kedua.
Kekalahan di kandang sendiri membuat Liverpool gagal menambah poin dan masih berada di posisi kesembilan klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin.
Iraola menyoroti insiden yang membuat Gravenberch menerima kartu kuning pertamanya. Menurutnya, kontak antara gelandang Liverpool tersebut dan Elliot Anderson tidak cukup serius untuk mendapatkan hukuman berupa kartu.
Ia juga mempertanyakan keputusan wasit yang tidak langsung menghentikan pertandingan ketika insiden terjadi. Anderson, menurut Iraola, masih sempat mengambil beberapa langkah sebelum akhirnya terjatuh.
“Saya pikir pelanggaran pertama Ryan sama sekali bukan kartu kuning, sama sekali tidak. Dalam pertandingan seperti ini, pelanggarannya hanya berupa injakan pada ibu jari kaki atau sesuatu yang sepele,” kata Iraola kepada wartawan.
“Wasit bahkan tidak langsung meniup peluit untuk pelanggaran itu. Dia membiarkan permainan berlanjut, dan saya rasa Elliot Anderson masih melangkah beberapa kali sebelum akhirnya memutuskan untuk terjatuh,” lanjutnya.
Iraola juga mempertanyakan dasar pemberian kartu kuning setelah wasit menghentikan permainan. Ia menilai pelanggaran tersebut tidak menimbulkan ancaman berarti bagi pertahanan Liverpool karena masih ada sembilan pemain yang berada di belakang bola.
Menurutnya, keputusan itu justru membuat pertandingan berada dalam situasi yang lebih rumit. Gravenberch akhirnya harus meninggalkan lapangan akibat kartu kuning kedua, sementara Manchester City mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mendominasi pertandingan.
“Saya tidak tahu mengapa dia menunjukkan kartu kuning setelah itu, karena situasinya tidak membuat kami kehilangan keuntungan. Kami memiliki sembilan pemain di belakang bola, kejadiannya berada di tengah lapangan, dan tidak ada bahaya di sana,” ujar Iraola.
Ia menilai keputusan tersebut menempatkan wasit dalam posisi sulit sekaligus merugikan tim yang harus bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit. “Kemudian, sebagai wasit, Anda justru menempatkan diri sendiri dalam situasi sulit dan juga membuat kami berada dalam situasi sulit,” ucapnya.






















































