Lautaro Mengamuk, Inter Hancurkan Roma 5-2! Nerazzurri Melaju 9 Poin di Puncak Serie A

Para pemain Inter merayakan golnya pertama yang dicetak oleh Lautaro Martínez. (foto:reuters/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Inter Milan mengirim pesan tegas dalam perburuan gelar Serie A musim 2025/2026. Menjamu AS Roma di Stadio Giuseppe Meazza, Senin (6/4/2026) pagi WIB, Nerazzurri menang meyakinkan 5-2 dan kini unggul sembilan poin di puncak klasemen.
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri tren tanpa kemenangan Inter dalam tiga laga terakhir dan mengembalikan momentum mereka di delapan pekan tersisa.
Gol Kilat dan Comeback Brutal Lautaro
Laga baru berjalan kurang dari satu menit ketika kapten Inter, Lautaro Martínez, langsung membuka skor. Baru kembali dari cedera, striker asal Argentina itu menyambar umpan tarik matang Marcus Thuram dan menaklukkan Mile Svilar dari jarak dekat.
Gol cepat tersebut membuat Roma tersentak. Tim asuhan Gian Piero Gasperini perlahan bangkit dan mampu menyamakan kedudukan menjelang turun minum lewat sundulan bek tengah Gianluca Mancini memanfaatkan umpan Devyne Rensch.
Namun, momen penentu terjadi di masa injury time babak pertama. Gelandang Inter, Hakan Çalhanoğlu, melepaskan tembakan roket dari jarak sekitar 30 yard. Bola meluncur deras tanpa mampu dijangkau Svilar dan membawa tuan rumah kembali unggul 2-1 saat jeda.
Babak Kedua Milik Nerazzurri
Memasuki babak kedua, Inter tampil lebih klinis. Kolaborasi Thuram dan Lautaro kembali berbuah manis pada menit ke-52. Thuram menggiring bola dari lini tengah sebelum mengirim umpan presisi yang diselesaikan Lautaro menjadi gol ketiga.
Tak lama berselang, Thuram ikut mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok Çalhanoğlu. Keunggulan 4-1 membuat Roma kehilangan arah.
Dominasi Inter semakin lengkap saat Nicolò Barella mencetak gol kelima usai memanfaatkan bola liar di kotak penalti. Roma hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat sepakan Lorenzo Pellegrini pada menit ke-70.
Skor 5-2 bertahan hingga laga usai.
Efektivitas Jadi Pembeda
Menariknya, secara statistik peluang, laga berjalan relatif seimbang. Expected goals (xG) Inter hanya 1,17, sementara Roma 0,96. Namun efektivitas menjadi pembeda utama.
Inter tampil tajam dan memaksimalkan hampir setiap momentum krusial. Thuram terlibat langsung dalam tiga gol (dua assist, satu gol), sementara Lautaro mencetak dua gol dan kembali memimpin daftar top skor dengan 15 gol liga musim ini—sembilan di antaranya membuka keunggulan bagi Inter.
Di sisi lain, persoalan klasik Roma kembali mencuat: performa tandang yang inkonsisten. Dari 11 kekalahan liga musim ini, delapan terjadi di laga tandang. Sejak Januari, mereka hanya meraih satu poin dari lima pertandingan tandang Serie A.
Dampak ke Klasemen
Tambahan tiga poin membuat Inter kini unggul sembilan angka di puncak klasemen dengan delapan laga tersisa. Pasukan Cristian Chivu semakin dekat dengan Scudetto jika mampu menjaga konsistensi.
Sebaliknya, Roma masih tertahan di luar empat besar dan tertinggal tiga poin dari zona Liga Champions. Jika tak segera memperbaiki performa tandang, peluang tampil di kompetisi elite Eropa musim depan bisa kembali sirna.
Kemenangan telak atas Roma menjadi bukti bahwa Inter kembali menemukan ritme terbaiknya. Di San Siro, Nerazzurri menunjukkan bahwa mereka belum kehilangan lapar akan gelar.
(fotmob/ai/hm27)























