Eko Purdjianto Kantongi Kelemahan Semen Padang, PSMS Bidik Tiga Poin

Pelatih PSMS Eko Purdjianto saat Pre Match Press Conference. (Foto: PSMS/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - PSMS akan menjajal kekuatan tuan rumah Semen Padang di pekan keenam Championship musim 2026-2027. Pelatih PSMS Eko Purdjianto mengaku telah mengetahui cara menghentikan Semen Padang.
"Sebelumnya juga sudah menganalisis pertandingan tim lawan, kami cukup mengetahui kelebihan dan kekurangan mereka," ujarnya saat temu pers sebelum laga, Jumat (16/10/2026) siang.
PSMS seperti biasanya kembali membawa 23 pemain bertandang ke Stadion Patriot Chandrabaga Bekasi. Eko mengatakan skuad asuhannya telah mempersiapkan diri untuk laga tersebut.
"Kari ini berangkat ke Bekasi, untuk tim persiapannya sangat bagus, semua pemain dalam kondisi bagus. Kami harap pertandingan berjalan lancar, kami bisa bermain baik, dan mendapatkan hasil yang baik," ucapnya.
PSMS datang bermodalkan motivasi gagalnya meraih tiga poin di markas PSPS Pekanbaru pekan lalu. Kini, skuad Ayam Kinantan ingin meraih kembali tiga poin melalui Semen Padang.
"Hasil kemarin saat lawan PSPS jadi motivasi lebih untuk kami untuk mendapatkan poin di kandang Semen Padang. Pertandingan yang lalu kami evaluasi dan kami siap ambil tiga poin," tutur Eko.
Harus bermain tanpa nama-nama seperti Rizdjar Nurviat dan Asyraq Gufron yang masih menjalani hukuman kartu merah tidak membuat PSMS gentar. Eko mengatakan dirinya akan menurunkan skuad terbaik di laga tersebut.
"Kami akan menurunkan pemain yang paling siap, kita punya banyak pemain, ada 31 pemain. Jadi walau pun ada pemain yang bakal absen, kita akan manfaatkan pemain yang lainnya yang sudah kami persiapkan untuk laga ini," katanya.
Laga Semen Padang vs PSMS akan tersaji di Stadion Patriot Chandrabaga Bekasi, Sabtu (17/10/2026). Pertandingan ini menjadi penting untuk kedua kesebelasan.
PSMS akan berusaha kembali naik ke puncak klasemen, sementara bagi skuad asuhan Pelatih Stefano Cugurra laga ini membuka peluang untuk keluar dari papan tengah usai sebelumnya mengalami dua kekalahan beruntun.






















































