Monday, July 20, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Casa Pia Kejutkan FC Porto! Menang 2-1, Drama Gol Bunuh Diri dan Kartu Merah Warnai Laga

Mistar.idSelasa, 3 Februari 2026 pukul 14.25 WIB
casa_pia_kejutkan_fc_porto_menang_21_drama_gol_bunuh_diri_dan_kartu_merah_warnai_laga

Ilustrasi, Casa Pia Kejutkan FC Porto di Estadio Municipal de Rio Maior, Selasa (3/2/2026) pagi WIB. (foto:fotmob/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Casa Pia menciptakan kejutan besar di Liga Portugal 2025/2026 usai menumbangkan raksasa FC Porto dengan skor 2-1 di Estadio Municipal de Rio Maior, Selasa (3/2/2026) pagi WIB. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Casa Pia tampil disiplin, efektif, dan penuh keberanian untuk mengamankan tiga poin penting.

Hasil ini menjadi salah satu kemenangan paling berkesan Casa Pia musim ini, sekaligus tamparan keras bagi Porto yang tampil dominan namun gagal memaksimalkan peluang.

Start Agresif Casa Pia, Porto Terkejut di Babak Pertama

Sejak peluit awal dibunyikan, Casa Pia menunjukkan intensitas tinggi. Tekanan cepat itu membuahkan hasil pada menit ke-12. Gaizka Larrazabal sukses membuka keunggulan setelah menyambar umpan silang Jérémy Livolant dari sisi kiri. Sepakan jarak dekatnya tak mampu diantisipasi kiper Porto, Diogo Costa.

Gol cepat tersebut meningkatkan kepercayaan diri tuan rumah. Sementara itu, Porto mencoba merespons lewat dominasi penguasaan bola dan serangan bertubi-tubi. Peluang emas sempat hadir pada menit ke-36 ketika tembakan jarak jauh Alan Varela membentur tiang gawang.

Namun, solidnya lini belakang Casa Pia dan penampilan gemilang Patrick Sequeira di bawah mistar membuat Porto frustrasi. Petaka kembali menimpa tim tamu menjelang turun minum. Pada menit ke-45, situasi bola mati dimanfaatkan dengan baik oleh Casa Pia. João Goulart melepaskan tembakan dari tengah kotak penalti yang bersarang di pojok atas gawang. Skor 2-0 menutup babak pertama.

Gol Bunuh Diri Buka Asa Porto, Kartu Merah Matikan Harapan

FC Porto mencoba bangkit di awal babak kedua dan berhasil memperkecil ketertinggalan secara dramatis. Baru berjalan satu menit, Pablo Rosario mencetak gol bunuh diri saat berusaha menghalau bola di area pertahanan sendiri. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 2-1 dan kembali membuka peluang Porto.

Setelah gol itu, Porto tampil lebih agresif. Serangan demi serangan dilancarkan melalui Gabri Veiga, Pepê, dan Samuel Aghehowa. Namun, peluang-peluang tersebut kembali kandas berkat refleks luar biasa Patrick Sequeira yang tampil konsisten sepanjang laga.

Situasi Porto semakin sulit pada menit ke-79. William Gomes diganjar kartu merah langsung akibat pelanggaran keras, memaksa Porto bermain dengan 10 pemain di sisa pertandingan. Meski wasit memberikan tambahan waktu hingga 11 menit, tekanan Porto tak mampu menembus pertahanan rapat Casa Pia.

Peluit panjang berbunyi pada menit ke-90+13, memastikan kemenangan bersejarah bagi tuan rumah.

Sorotan Individu: Pilar Kemenangan Casa Pia

Patrick Sequeira layak dinobatkan sebagai salah satu pemain terbaik laga. Kiper Casa Pia itu melakukan sejumlah penyelamatan krusial, terutama di babak kedua, yang menjaga keunggulan timnya hingga akhir.

Di lini depan, Gaizka Larrazabal tampil efektif dengan gol pembuka yang menentukan arah pertandingan. Sementara itu, João Goulart menjadi pembeda lewat gol penting dari situasi bola mati.

Sebaliknya, malam kelam harus dijalani Pablo Rosario yang terlibat aktif, namun gol bunuh dirinya menjadi momen krusial yang memengaruhi jalannya laga.

Fakta Menarik Casa Pia vs FC Porto

Casa Pia menunjukkan efisiensi tinggi dengan memaksimalkan peluang yang mereka dapatkan. Di sisi lain, FC Porto tampil dominan namun gagal mengonversi banyak peluang menjadi gol.

Disiplin juga menjadi pembeda utama. Porto harus bermain dengan 10 pemain di fase krusial pertandingan, sementara Casa Pia mampu menjaga organisasi permainan hingga menit akhir, termasuk saat menghadapi injury time panjang.

Kesimpulan: Kemenangan 2-1 atas FC Porto menegaskan bahwa Casa Pia kini layak diperhitungkan di Liga Portugal. Mereka tidak hanya mengandalkan semangat, tetapi juga organisasi permainan yang rapi dan mental kuat.

Bagi FC Porto, hasil ini menjadi peringatan serius. Dominasi tanpa efektivitas, ditambah masalah disiplin, terbukti bisa menjadi bumerang dalam persaingan menuju papan atas klasemen.

(fotmob/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN