Arsenal Juara Liga Inggris 2025/2026: Akhir Dominasi Man City, Drama Eropa dan Top Skor Memanas di Pekan Terakhir

Ilustrasi, Arsenal Juara Liga Inggris 2025/2026: Akhir Dominasi Man City, Drama Eropa dan Top Skor Memanas di Pekan Terakhir. (foto:ferry/chatgpt/wikipedia/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Musim panjang Premier League akhirnya menemukan klimaksnya. Arsenal resmi memastikan diri menjadi juara Liga Inggris 2025/2026 setelah tampil paling konsisten sepanjang musim dan unggul empat poin atas Manchester City menjelang pekan terakhir.
Arsenal mengoleksi 82 poin dari 37 pertandingan melalui 25 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan hanya lima kekalahan. Gelar ini menjadi penanda berakhirnya dominasi Manchester City dalam beberapa musim terakhir sekaligus memperlihatkan keberhasilan proyek jangka panjang yang dibangun Mikel Arteta.
Yang menarik, Arsenal tidak menjadi tim paling produktif di liga. Mereka “hanya” mencetak 69 gol, masih di bawah Manchester City yang membukukan 76 gol. Namun, kekuatan utama The Gunners justru lahir dari organisasi permainan yang solid dan efisiensi di kedua fase permainan.
Arsenal juga menjadi tim dengan pertahanan terbaik musim ini setelah hanya kebobolan 26 gol. Statistik tersebut memperlihatkan bagaimana keseimbangan permainan menjadi fondasi utama keberhasilan mereka merebut trofi.
Arsenal Menang Bukan karena Satu Bintang
Keberhasilan Arsenal musim ini tidak dibangun di atas ketergantungan terhadap satu pemain. Tidak ada pemain Arsenal yang masuk tiga besar daftar top skor sementara Liga Inggris.
Viktor Gyökeres memang menjadi salah satu figur penting di lini depan dengan 14 gol. Namun kontribusinya jauh melampaui angka statistik. Gyökeres memberi dimensi berbeda dalam pressing, duel fisik, dan pembukaan ruang bagi lini kedua.
Arsenal tampil lebih kolektif dibanding musim-musim sebelumnya. Rotasi antarlini berjalan efektif, distribusi serangan lebih merata, sementara intensitas transisi bertahan ke menyerang menjadi salah satu yang paling stabil di liga.
Dalam banyak pertandingan besar, Arsenal juga tampil lebih pragmatis. Mereka tidak selalu mendominasi penguasaan bola, tetapi mampu mengontrol ritme dan meminimalkan kesalahan di area sendiri.
Manchester City Kehilangan Momentum di Fase Akhir
Di sisi lain, Manchester City tetap memperlihatkan identitas permainan khas tim asuhan Pep Guardiola. Mereka menjadi tim paling produktif di liga dan masih memiliki selisih gol terbaik bersama Arsenal.
Namun sejumlah hasil imbang krusial membuat City kehilangan momentum dalam perburuan gelar. Konsistensi yang biasanya menjadi kekuatan utama mereka justru sedikit menurun musim ini.
Meski gagal mempertahankan trofi, City tetap menunjukkan kualitas ofensif yang tinggi, terutama lewat kontribusi Erling Haaland.
Striker asal Norwegia itu masih memimpin daftar top skor sementara dengan 27 gol dan kembali menjadi pusat permainan menyerang Manchester City.
Manchester United Bangkit, Aston Villa Jadi Kejutan
Manchester United berhasil memastikan tiket Liga Champions usai mengoleksi 68 poin hingga pekan ke-37. Kebangkitan mereka musim ini terlihat dari efektivitas transisi menyerang dan kemampuan meraih poin dalam laga besar.
Meski demikian, Manchester United masih menyisakan pekerjaan rumah di sektor pertahanan setelah kebobolan 50 gol, tertinggi di antara tim empat besar.
Sementara itu, Aston Villa menjadi salah satu kejutan terbesar musim ini. Villa mampu menjaga konsistensi performa dan mengunci posisi empat besar melalui pendekatan taktik yang fleksibel.
Pergerakan vertikal yang cepat serta eksploitasi ruang antarlini menjadi kekuatan utama mereka sepanjang musim. Kontribusi Ollie Watkins dengan 14 gol juga menjadi elemen penting dalam stabilitas lini serang Villa.
Jadwal Pekan Terakhir Liga Inggris Digelar Serentak
Pekan ke-38 Liga Inggris akan digelar serentak pada Minggu (24/5/2026) pukul 22.00 WIB. Meski gelar juara sudah dipastikan, sejumlah pertandingan masih menentukan distribusi tiket kompetisi Eropa dan posisi akhir klasemen.
Berikut jadwal lengkap pekan terakhir:
- Manchester City vs Aston Villa
- Brighton vs Manchester United
- Fulham vs Newcastle United
- Tottenham Hotspur vs Everton
- Liverpool vs Brentford
- Burnley vs Wolves
- Nottingham Forest vs Bournemouth
- West Ham United vs Leeds United
- Sunderland vs Chelsea
- Crystal Palace vs Arsenal
Sorotan utama akan tertuju pada perebutan posisi zona Eropa serta persaingan papan tengah yang masih sangat ketat.
Bournemouth dan Sunderland Jadi Cerita Menarik Musim Ini
Bournemouth menjadi salah satu tim paling menarik musim ini. Mereka duduk di posisi keenam dengan hanya tujuh kekalahan sepanjang musim — lebih sedikit dibanding Liverpool maupun Aston Villa.
Bournemouth memang terlalu sering bermain imbang, tetapi kemampuan mereka menjaga stabilitas membuat klub ini mampu bersaing di papan atas hingga akhir musim.
Sementara itu, Sunderland tampil cukup kompetitif sebagai tim promosi. Dengan 51 poin hingga pekan ke-37, Sunderland mampu bertahan nyaman di papan tengah dan memperlihatkan organisasi pertahanan yang disiplin.
Sebaliknya, musim ini menjadi periode sulit bagi Tottenham Hotspur. Spurs terdampar di posisi ke-17 dan hanya sedikit di atas zona degradasi setelah gagal menjaga konsistensi performa sepanjang musim.
Persaingan Top Skor Masih Dipimpin Haaland
Persaingan top skor Liga Inggris juga masih menjadi perhatian menjelang laga terakhir musim ini.
Erling Haaland memimpin daftar pencetak gol dengan 27 gol. Di bawahnya ada Igor Thiago dari Brentford dengan 22 gol.
Sementara itu, João Pedro, Morgan Gibbs-White, Dominic Calvert-Lewin, Ollie Watkins, dan Viktor Gyökeres masih berpeluang memperbaiki posisi mereka di pekan terakhir.
Menariknya, dominasi Haaland dalam daftar top skor tidak otomatis membawa Manchester City menjadi juara. Sebaliknya, Arsenal memperlihatkan bahwa kolektivitas dan keseimbangan permainan tetap menjadi faktor utama dalam perebutan gelar liga sepanjang musim.
West Ham, Burnley dan Wolves Turun Kasta
West Ham United dipastikan terdegradasi bersama Burnley dan Wolverhampton Wanderers.
West Ham mengalami penurunan signifikan terutama di lini pertahanan setelah kebobolan 65 gol. Burnley juga kesulitan menjaga stabilitas permainan sepanjang musim.
Sementara Wolves menjadi tim dengan produktivitas gol terburuk di Liga Inggris musim ini setelah hanya mencetak 26 gol dari 37 pertandingan.
Penutup: Liga Inggris musim 2025/2026 menghadirkan perubahan besar dalam peta persaingan papan atas. Arsenal akhirnya berhasil mengakhiri dominasi Manchester City melalui pendekatan yang lebih seimbang dan konsisten sepanjang musim.
Di saat yang sama, kompetisi musim ini juga menghadirkan cerita lain: kebangkitan Manchester United, konsistensi Aston Villa, kejutan Bournemouth, hingga terpuruknya Tottenham dan West Ham.
Meski trofi sudah memiliki pemilik baru, pekan terakhir Liga Inggris tetap menyimpan tensi tinggi. Perebutan tiket Eropa, posisi klasemen akhir, dan persaingan top skor memastikan drama kompetisi belum benar-benar selesai.
(epl/ai/hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER
























