Newsroom: Longsor dan Banjir Kembali Landa Tukka, 50 Warga Mengungsi ke Gereja

Newsroom: Longsor dan Banjir Kembali Landa Tukka, 50 Warga Mengungsi ke Gereja
Newsroom: Longsor dan Banjir Kembali Landa Tukka, 50 Warga Mengungsi ke Gereja
Tapanuli Tengah, MISTAR.ID
Bencana tanah longsor dan sungai meluap kembali melanda Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, akibat curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan itu sejak Sabtu (22/11/2025).
Longsor terjadi di Pegunungan Aek Sipilit, Lingkungan 4 Malaka, sementara sungai meluap berlangsung di kawasan wisata Permandian Pondok Bambu, Kelurahan Hutanabolon.
Kepala BPBD Tapteng, Rahman Husein, mengatakan longsor membawa material kayu dan lumpur yang kemudian mengendap di sekitar permukiman warga.
Hingga saat ini, wilayah hilir sungai masih dalam kondisi aman, namun hujan deras diperkirakan masih berlangsung. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diimbau tetap waspada dan segera mengungsi bila hujan intens terus berlanjut.
Baca Juga: Newsroom: Sanitasi Rusak Parah, Siswa SDN 054880 Garunggang Terpaksa Buang Air di Rumah Warga
BPBD bersama Satpol PP dan Pemerintah Kecamatan Tukka terus memantau kondisi sungai, baik di hulu maupun di hilir, serta mengimbau warga tetap siaga.
Sementara itu, Plt Sekdakab Tapteng, Nurjalilah, memerintahkan jajaran pemerintah desa, kepala lingkungan, dan camat untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait ancaman banjir, longsor,
serta risiko kecelakaan di jalan raya akibat jalan licin dan timbunan material.
Berdasarkan laporan Camat Tukka, Muharman Aritonang, air sungai di kawasan wisata Pondok Bambu terpantau meluap, meski permukiman warga masih dinyatakan aman. Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, petugas dan masyarakat tetap berjaga dan berkoordinasi.
Sejak Sabtu malam, 8 kepala keluarga dengan total 50 jiwa memilih mengungsi dan tidur di gereja karena khawatir terjadi banjir pada tengah malam. BPBD telah mendirikan tenda, membagikan selimut, dan menyalurkan makanan kepada warga tersebut.
Di waktu yang sama, longsor di lokasi tersebut juga merusak sumber air dan jaringan perpipaan PDAM Mual Nauli, sehingga distribusi air ke sejumlah wilayah di Kecamatan Tukka terganggu.
Video detik-detik tanah longsor yang diunggah akun @Lius Boyke Sitompul memperlihatkan pohon-pohon tumbang dan material tanah merah yang menutup aliran sungai, sementara warga terdengar panik menyebut banjir bandang.
Petugas BPBD telah berada di lokasi untuk memastikan kondisi terkini dan meminimalkan risiko susulan.(hm21).
BERITA TERPOPULER























