Newsroom: Ekskavator Terperosok di Lumpur Sungai Lopian, Normalisasi Terkendala

Newsroom: Ekskavator Terperosok di Lumpur Sungai Lopian, Normalisasi Terkendala
Newsroom: Ekskavator Terperosok di Lumpur Sungai Lopian, Normalisasi Terkendala
Tapanuli Tengah, MISTAR.ID
Satu unit ekskavator terperosok dan terpuruk di dasar aliran Sungai Lopian saat melakukan pekerjaan normalisasi di bawah Jembatan Lopian, Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (25/2/2026).
Peristiwa ini terjadi saat operator menggerakkan ekskavator untuk berpindah ke bagian pinggir sungai. Namun, kondisi dasar sungai yang dalam, labil, dan berlumpur diduga tidak terdeteksi, sehingga alat tersebut perlahan tenggelam dan tidak dapat bergerak.
Aliran Sungai Lopian sebelumnya mengalami pendangkalan pascabencana banjir 25 November 2025. Kondisi semakin memburuk setelah banjir 16 Februari 2026 yang menenggelamkan jalan lintas Sibolga–Padangsidimpuan serta ratusan rumah warga. Saat itu, Jembatan Lopian nyaris ambruk akibat derasnya arus dan hantaman kayu gelondongan.
Kepala Lingkungan I Kelurahan Lopian, Ali, menyampaikan ekskavator tersebut merupakan milik PT Wijaya Karya Persero Tbk atau WIKA. Normalisasi sungai telah berlangsung sekitar satu bulan sebagai upaya pemerintah mengantisipasi luapan air saat hujan deras.
Pantauan di lokasi, tiga unit alat berat dikerahkan, yakni dua ekskavator dan satu unit penjepit. Dua unit lainnya berupaya membantu proses evakuasi, namun hingga kini ekskavator yang terjebak belum berhasil dikeluarkan.
Di sekitar lokasi dilakukan penimbunan pasir untuk memperkeras dasar sungai yang labil serta mengalihkan aliran air agar tidak memperburuk posisi alat tersebut. Peristiwa ini menjadi perhatian warga yang menyaksikan dari atas Jembatan Lopian. (hm21).
BERITA TERPOPULER























