19.8 C
New York
Friday, May 24, 2024

Penyebutan KKB Jadi OPM Berdampak Politis Bagi Indonesia

Jakarta, MISTAR.ID

Nama Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diganti menjadi Organisasi Papua Merdeka (OPM) mempunyai efek dampak politis bagi Indonesia dan konsekuensi dalam menuntaskannya.

Ini dikatakan Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, pada Senin (15/4/24).

Penyebutan istilah OPM mempunyai dampak negatif, sebab kurang menguntungkan terhadap Indonesia di luar negeri. Sehingga membutuhkan penanganan lebih serius, khususnya para diplomat Indonesia.

Baca juga:OPM Pelaku Penembakan Danramil Aradide Hingga Meninggal

“Pendapat hemat saya memiliki dampak politis. Contohnya istilah OPM di luar negeri itu kurang menguntungkan, sebab bisa berdampak simpatik dari sejumlah negara terhadap perjuangan minoritas yang sedang diperbuat oknum bersenjata itu,” paparnya.

Selama ini, penyebutan KKB tak berdasarkan kenyataan. Pasalnya, aksi yang dilakukan mereka bukan hanya kriminal dan teror semata, namun justru makar dan melakukan gerakan separatis bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Politikus PDI Perjuangan itu juga mengkritisi, perubahan istilah dimaksud tak cuma ditentukan oleh Panglima TNI saja. Tetapi harus menerima kesepakatan dari seluruh lembaga negara yang terlibat dalam penanganan konflik di Papua.

Baca juga:Pesawat Susi Air Dibakar TPNPB-OPM, Pilot dan Penumpang Disandera

“Dulu di zaman pemerintahan pak Harto disebut OPM. Lalu era reformasi, kondisi berubah diubah menjadi KKB, kemudian terakhir teroris. Seluruh perubahan ini diatur dengan keputusan pemerintah, bukan hanya ditentukan Panglima TNI saja,” paparnya.

Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto membeberkan penukaran nomenklatur Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua sebagai OPM lagi. Karena nama itulah dipakai kelompok bersenjata yang mau merdeka di Papua.

“OPM telah melakukan aksi yang membahayakan masyarakat. Sehingga sudah seharusnya aksi mereka dilawan balik,” tukasnya. (rpblk/hm16)

Related Articles

Latest Articles