Kamaruddin Simanjuntak Dimakamkan di Siborong-borong, Ini Kronologi dan Perjuangan Melawan Penyakit

Kamaruddin Simanjuntak (Foto: Istimewa/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID – Pengacara Kamaruddin Simanjuntak direncanakan dimakamkan di kampung halamannya, Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Istri Kamaruddin, Joanita Meroline Wenji, mengatakan jenazah suaminya akan disemayamkan hingga Rabu malam, 21 Oktober 2026, sebelum diberangkatkan untuk dimakamkan keesokan harinya.
Kepergian Kamaruddin pada Senin dini hari, 19 Oktober 2026, meninggalkan duka bagi keluarga. Menurut Joanita, tidak ada firasat khusus ataupun pesan terakhir yang mengisyaratkan bahwa suaminya akan meninggal dunia.
Di tengah kondisi kesehatannya yang menurun, Kamaruddin justru kerap meminta pelukan dari anak-anaknya. Permintaan sederhana tersebut menjadi salah satu kenangan yang membekas bagi keluarga.
Joanita menceritakan bahwa suaminya tidak menyampaikan pesan khusus menjelang akhir hayatnya. Ia hanya meminta kedekatan dengan keluarga, terutama ketika anak-anak datang menjenguk.
Selama menjalani perawatan di rumah sakit, Kamaruddin juga beberapa kali meminta Joanita tidur di sampingnya. Meski menghadapi kondisi kesehatan yang tidak stabil, keduanya berusaha saling menguatkan.
Kondisi Kamaruddin Simanjuntak Memburuk Saat Dirawat di Rumah Sakit
Kamaruddin Simanjuntak masuk instalasi gawat darurat (IGD) pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Menurut Joanita, saat pertama kali menjalani perawatan, kondisi fisik suaminya masih terlihat cukup segar.
Kamaruddin bahkan tidak banyak mengeluhkan rasa sakit ketika ditanya mengenai kondisinya. Situasi tersebut membuat keluarga tidak menyangka kesehatannya akan memburuk dalam waktu singkat.
Setelah dipindahkan ke ruang rawat inap pada Minggu dini hari, Joanita mulai mendengar suara napas suaminya yang terdengar seperti mengorok atau berdahak.
Joanita kemudian meminta Kamaruddin untuk batuk. Namun, suaminya mengatakan tidak mampu melakukannya. Ia pun meminta bantuan perawat untuk memeriksa kondisi Kamaruddin, termasuk kadar saturasi oksigen.
Berdasarkan penuturan Joanita, kadar oksigen Kamaruddin terus mengalami penurunan. Tim medis berupaya memberikan pertolongan, tetapi nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Kamaruddin dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 02.47 WIB pada Senin, 19 Oktober 2026.
Kamaruddin Rutin Menjalani Cuci Darah Selama Dua Tahun
Joanita mengungkapkan bahwa suaminya telah menjalani cuci darah secara rutin selama kurang lebih dua tahun terakhir.
Pada perawatan terakhir, Kamaruddin juga mengalami infeksi paru-paru. Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan kesehatan yang disampaikan keluarga ketika menjelaskan penyebab memburuknya kondisi sang pengacara.
Selain menjalani cuci darah, Kamaruddin beberapa kali harus mendapatkan perawatan di rumah sakit sepanjang 2026.
Menurut Joanita, sejak Februari 2026, suaminya mulai berulang kali menjalani perawatan medis. Namun, ia tidak banyak mengungkapkan kondisi tersebut kepada publik karena kesehatan Kamaruddin terkadang menunjukkan perbaikan.
Salah satu momen yang masih diingat Joanita terjadi pada akhir Februari, ketika Kamaruddin pulang dari kampus menggunakan kursi roda. Saat melihat kondisi suaminya yang sangat lemah, ia berharap masih memiliki waktu lebih lama untuk mendampinginya.
Sempat Membaik Sebelum Kembali Dirawat
Perjalanan penyakit Kamaruddin berlangsung dengan kondisi yang naik turun. Setelah mengalami penurunan kesehatan pada awal tahun, kondisinya sempat membaik selama sekitar dua bulan.
Namun, pada akhir Juli, Kamaruddin kembali menjalani perawatan di rumah sakit. Ia kemudian masuk rumah sakit lagi pada 25 Agustus 2026, bertepatan dengan hari ulang tahun Joanita.
Setelah menjalani perawatan, Kamaruddin sempat kembali ke rumah dan menghabiskan waktu bersama keluarga selama hampir dua minggu. Kondisi tersebut memberi kesempatan bagi keluarga untuk kembali mendampinginya di rumah.
Meski demikian, kesehatannya kembali menurun hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit pada pertengahan Oktober 2026.
Joanita juga mengenang sejumlah momen penting yang ingin mereka lalui bersama, mulai dari hari jadi pernikahan pada 18 Maret, perayaan Paskah pada April, hingga ulang tahun Kamaruddin pada 21 Mei.
Bagi Joanita, masa-masa tersebut menjadi bagian dari perjuangan keluarga menghadapi kondisi kesehatan Kamaruddin yang terus berubah.
Tetap Bekerja di Tengah Masalah Kesehatan
Di balik aktivitasnya menangani perkara hukum, Kamaruddin disebut tetap menjalankan pekerjaan meskipun kondisi kesehatannya menurun.
Joanita mengatakan suaminya memiliki sedikit waktu untuk beristirahat karena masih berusaha membela klien, termasuk pada hari Minggu.
Keadaan itu membuat keluarga harus menghadapi dua hal sekaligus, yakni aktivitas pekerjaan Kamaruddin yang tetap berjalan dan kebutuhan untuk menjalani perawatan kesehatan secara berulang.
Setelah melewati serangkaian perawatan selama beberapa bulan, Kamaruddin akhirnya meninggal dunia pada 19 Oktober 2026.
Jenazahnya direncanakan dibawa ke Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, untuk dimakamkan di tanah kelahirannya pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Kepergian Kamaruddin meninggalkan kenangan bagi keluarga, terutama bagi Joanita yang mendampinginya melewati masa-masa sulit selama menjalani perawatan medis.































