Fahri Hamzah Tanggapi Isu Perombakan Kabinet

Fahri Hamzah. (Foto: Antara/Fauzan)
Jakarta, MISTAR.ID
Wakil Ketua Umum Partai Gelora yang juga Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, menanggapi isu perombakan kabinet dalam waktu dekat ini.
Fahri menyebutkan, perombakan kabinet sepenuhnya kewenangan Presiden Prabowo Subianto.
Fahri menjelaskan, dalam sistem pemerintahan Indonesia, Presiden memiliki hak prerogatif untuk menentukan komposisi kabinet tanpa harus melibatkan pihak lain.
“Itu semua wilayah Presiden, dan itu menurut saya ya itu benar wilayah prerogatif. Karena di dalam undang undang dikatakan itu adalah wilayah prerogatif. Jadi Presiden boleh tidak sharing dengan siapa pun," ujarnya dalam tayangan YouTube Gaspol Kompas.com, Sabtu (18/4/2026).
Ia membandingkan dengan sistem di Amerika Serikat yang mewajibkan persetujuan Kongres terhadap pejabat yang diajukan Presiden. Di Indonesia, mekanisme tersebut tidak berlaku sehingga Presiden bisa melakukan reshuffle kapan saja.
“Kalau di Amerika Serikat ada sistem konfirmasi. Dia harus kirim calonnya dulu ke Kongres. Baru dia dapat persetujuan atau tidak. Kalau ini kan enggak. Anytime dia bisa lakukan," katanya.
Lebih lanjut, Fahri menilai keputusan reshuffle sebaiknya tidak diumumkan lebih awal ke publik. Menurutnya, hal itu penting untuk menjaga stabilitas kerja di internal kabinet.
“Jadi, keep it secret, menjadi hak beliau. Menurut saya jangan di sharing dengan siapa pun. Itu adalah wilayah beliau, kalau beliau sharing itu adalah lagi lagi hak beliau," ucapnya.
Menanggapi pernyataan Presiden soal kemungkinan mengganti menteri setelah tiga kali peringatan, Fahri kembali menegaskan bahwa evaluasi kinerja menteri sepenuhnya menjadi otoritas Presiden. Ia pun mengingatkan para pembantu Presiden untuk tetap fokus bekerja.
Menurut Fahri, gaya kepemimpinan Prabowo lebih mengedepankan komunikasi ketimbang pendekatan keras.
“Pak Prabowo itu bukan orang kejam, dia orang itu ngajak ngobrol orang. Jadi kerja saja yang benar, kerja yang lurus,” katanya.
Ia menambahkan, Presiden kerap memasang target tinggi, namun tetap memahami keterbatasan manusia.
“Kata beliau 'Saya kasih kalian target tinggi, tapi kalau kalian enggak mampu, kan kalian manusia'. Yang penting kata beliau, beliau mengutip Bung Karno 'Gantungkanlah cita citamu setinggi langit, karena kalau kita jatuh, kita akan jatuh di antara bintang bintang," tutur Fahri. (hm20)
























