BMKG Tetapkan Sumut dan Aceh Siaga Banjir dan Longsor

Ilustrasi cuaca hujan. (Foto: Pixabay)
Medan, MISTAR.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan Sumatera Utara (Sumut) dalam status siaga hujan lebat hingga sangat lebat pada 10-12 Oktober 2026. Kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
Peringatan dini tersebut disampaikan BMKG melalui unggahan akun Instagram @infobmkg pada Sabtu (10/10/2026). Selain Sumut, Provinsi Aceh juga berstatus siaga pada 10 dan 12 Oktober 2026.
Di Sumut, pada 10 Oktober, wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Nias Selatan, Nias Barat, Mandailing Natal, dan Pakpak Bharat.
Potensi tersebut berlanjut pada 11 Oktober di Langkat, Simalungun, dan Pematangsiantar. Sementara pada 12 Oktober, peringatan siaga berlaku untuk Pakpak Bharat, Dairi, Samosir, Humbang Hasundutan, Nias Selatan, dan Nias Barat.
BMKG menjelaskan, status siaga menunjukkan adanya potensi dampak bencana hidrometeorologi yang signifikan terhadap aktivitas masyarakat, layanan publik, dan infrastruktur.
“Potensi dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, dan longsor yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, layanan publik, dan infrastruktur,” tulis BMKG dalam unggahannya.
Selain status siaga, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini level waspada untuk sejumlah wilayah di Indonesia dengan potensi hujan sedang hingga lebat. Dampak yang dapat ditimbulkan meliputi genangan, luapan air sungai, dan tanah longsor yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.
Pada 10 Oktober, wilayah berstatus waspada mencakup Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Papua.
Selanjutnya, pada 11 Oktober, peringatan waspada berlaku di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Selatan.
Adapun pada 12 Oktober, wilayah yang masuk kategori waspada meliputi Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat Daya.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem. Masyarakat juga diminta melaporkan kejadian bencana di lingkungan sekitar melalui tautan bit.ly/laporbencanabot.
“Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem,” tulis BMKG. (hm25/cnn Indonesia)
PREVIOUS ARTICLE
Prabowo Sambut Presiden Mesir el-Sisi di Istana Merdeka, Bahas Visa hingga Kemitraan Strategis













































