Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Banjir di Demak, Jumlah Pengungsi Capai 2.839 Jiwa

Mistar.idSabtu, 4 April 2026 14.42
AN
banjir_di_demak_jumlah_pengungsi_capai_2839_jiwa

Banjir di Demak. (Foto: Antara/HO-BNPB)

news_banner

Demak, MISTAR.ID

Banjir menerjang Kabupaten Demak, Jawa Tengah pada Jumat (3/4/2026), jumlah warga yang mengungsi akibat banjir terus bertambah. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total pengungsi telah mencapai 2.839 jiwa.

Melansir dari Antara, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan para warga mengungsi di berbagai titik akibat banjir yang dipicu tingginya intensitas hujan serta meluapnya Sungai Tuntang. Kondisi tersebut diperparah oleh jebolnya sejumlah tanggul di wilayah terdampak.

Berdasarkan pendataan sementara, pengungsi tersebar di beberapa lokasi, antara lain Masjid Babu Rohim Dukuh Solondoko sebanyak 200 jiwa, Masjid Rodhotul Janah Dukuh Solowere 500 jiwa, Kantor Kecamatan Guntur 119 jiwa, serta Tanggul Gobang 400 jiwa.

Selain itu, pengungsi juga berada di sejumlah balai desa, musala, madrasah, dan rumah warga lainnya yang masih dalam proses pendataan.

BNPB juga melaporkan sebagian pengungsi dalam kondisi sakit dan telah mendapatkan penanganan dari dinas kesehatan setempat.

Hasil kaji cepat menunjukkan banjir berdampak pada delapan desa di empat kecamatan, yakni Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung.

Tanggul jebol tercatat di Kecamatan Guntur, tepatnya di Desa Trimulyo pada dua titik di Dukuh Solondoko sepanjang sekitar 30 meter dan Dukuh Solowere sekitar 10 meter. Selain itu, tanggul juga jebol di Desa Sidoharjo sepanjang kurang lebih 15 meter.

Kondisi tersebut menyebabkan genangan air cukup tinggi, terutama di Desa Trimulyo dan Desa Ploso dengan ketinggian mencapai 100 hingga 150 sentimeter. Akibatnya, akses jalan di Desa Trimulyo tidak dapat dilalui kendaraan kecil.

Limpasan air juga terjadi di beberapa wilayah lain seperti Desa Turitempel dan Desa Sumberejo di Kecamatan Guntur, serta Desa Solowire dan Desa Sarimulyo di Kecamatan Kebonagung, meskipun dilaporkan masih dalam kondisi relatif aman.

Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto, meski tengah berada di Manado dalam rangka penanganan gempa bumi, pada Jumat malam (3/4/2026) telah menginstruksikan jajarannya untuk segera berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah guna mengidentifikasi kebutuhan penanganan darurat.

Personel BNPB juga telah dikerahkan ke lokasi terdampak untuk mempercepat upaya penanganan banjir di Kabupaten Demak. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN