Sunday, June 28, 2026
home_banner_first
MEDAN

Viral Lansia Sulit Keluar karena Rumah Ditembok di Medan, Camat Ungkap Faktanya

Mistar.idSabtu, 9 Mei 2026 pukul 16.21 WIB
viral_lansia_sulit_keluar_karena_rumah_ditembok_di_medan_camat_ungkap_faktanya

Pintu di bagian belakang tembok pembatas yang dapat menjadi akses keluar masuk pemilik rumah yang viral di Jalan Pekong, Kecamatan Medan Polonia. (Foto: Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Sebuah video viral memperlihatkan sepasang lansia di Jalan Pekong, Kecamatan Medan Polonia, kesulitan keluar masuk rumah karena aksesnya tertutup tembok perkara masalah batas tanah.

Ternyata, setelah dicek oleh Camat Medan Polonia, rumah tersebut masih memiliki akses keluar dari pintu samping.

“Memang sudah ditembok oleh PT Anugrah Dirgantara Perkasa (ADP) yang merasa memiliki tanah di bagian luar rumah Bapak dan Ibu lansia. Ini membuat video tersebut viral,” ujar Camat Medan Polonia, Noor Alfi Pane, Sabtu (9/5/2026).

Dilanjutkannya, “Tapi, setelah dicek, saya lihat masih ada akses keluar, masih bisa. Jadi tidak seperti di video yang saya lihat kalau lansia keluar rumah hanya melalui lubang atau tangga.”

Ia menjelaskan, akses depan rumah memang tertutup karena berada di area milik PT ADP. Namun, menurutnya, masih terdapat jalur lain melalui rumah keluarga di bagian depan maupun pintu samping.

Pihak kecamatan juga berupaya mempertemukan kedua belah pihak agar mediasi, tetapi penghuni rumah tersebut belum bersedia menemui petugas. “Ini lagi kita upayakan supaya ada jalan keluar dan bisa dimediasikan,” tuturnya.

Sementara itu, Humas PT ADP, JSM Damanik membantah tudingan bahwa pihak perusahaan menyekap penghuni rumah selama tiga hari seperti yang beredar di media sosial. “Katanya disekap tiga hari, itu keterangan yang nggak benar,” katanya.

Menurutnya, tembok pembatas tersebut sudah dibangun sejak lama sebagai bagian dari area tanah milik perusahaan yang disebut telah memiliki sertifikat resmi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Ia menjelaskan, persoalan bermula ketika akses jalan di bagian depan rumah ditutup oleh keluarga sendiri sehingga penghuni rumah di belakang membongkar pagar perusahaan untuk dijadikan jalan keluar. “Yang dibongkarnya itu kami perbaiki dan tutup lagi,” ujarnya.

PT ADP juga menilai narasi yang beredar di media sosial telah menyesatkan publik dan merugikan perusahaan.

Karena itu, perusahaan mempertimbangkan akan membuat laporan ke Polsek Medan Baru terkait dugaan pengrusakan pagar serta penyebaran informasi bohong melalui media sosial.

“Kami mempertimbangkan laporan soal pengrusakan dan Undang-Undang ITE,” katanya.

Pasca viralnya video tersebut, JSM menyebutkan bahwa pihaknya belum bertemu dengan pemilik rumah. Pasalnya, setiap ingin ditemui, pemilik rumah menghindar dan langsung pergi. “Kemarin tidak adanya CCTV, sekarang dipasangnya CCTV, coba. Ini udah penjahat benar ini. Dia memprovokasi orang,” tuturnya.

Ia menambahkan, jika pemilik rumah memiliki itikad baik dan meminta maaf, PT ADP kemungkinan akan memberikan kesempatan lagi. Namun, pemilik rumah disebut tak pernah bisa ditemui bahkan telepon pun tidak diangkat.

Menurutnya, pihak ADP telah memberikan kesempatan bagi pemilik rumah, termasuk saat membuat kios untuk tempat tongkrongan, dengan syarat ketika tanah tersebut akan dipergunakan maka kios itu akan dibongkar.

“Ternyata aktivitas dia, waduh, nggak bisa dipercaya itu orang. Menghasut orang, didatangkannya orang dari mana-mana. Dibilangnya ini tanah dia. Mau dijualnya kepada orang. Keterangannya keterangan palsu, katanya dia menang di pengadilan. Entah pengadilan mana, ditunjukkan suratnya pun nggak mau, nggak ada,” tuturnya lagi.

Ia menambahkan, lahan seluas hampir 15 hektare tersebut disiapkan untuk pembangunan kawasan perumahan di Kota Medan.

Sebelumnya, video sepasang lansia sulit keluar rumah viral di media sosial. Dalam video itu tampak bantuan makanan diberikan melalui lubang kecil di tembok pembatas tanah. Video tersebut memicu simpati warganet setelah narasi yang beredar menyebut penghuni rumah ‘disekap’ dan kehilangan akses keluar rumah.

“Bapak ibu yang terhormat, kami disekap sama orang yang tidak kami kenal. Sudah adalah dua minggu. Di sini kami minta bantuan, keadilan supaya kami tolong dibukakan pintu kami. Mau cari makan, mau beli makan aja susah,” kata salah seorang lansia wanita dalam video viral tersebut.

Saat Mistar mencoba mengonfirmasi langsung ke pemilik rumah, tidak ada sahutan atau bahkan respons.

Pantauan Mistar di lokasi, pada sisi belakang tembok terdapat satu pintu yang bisa menjadi akses penghuni rumah untuk keluar. Terdapat juga tiga lubang pada tembok pembatas PT ADP tersebut, dan salah satunya adalah lubang yang viral di video. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN