TNI AL Kerahkan KRI Banda Aceh Distribusikan Bantuan Bencana ke Nias

Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) I, Laksamana Muda TNI Deny Septiana, sebut TNI Angkatan Laut berkomitmen untuk mendukung penuh pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara dan sekitarnya. (Foto: amita/mistar)
Medan, MISTAR.ID
TNI Angkatan Laut (TNI AL) menegaskan komitmennya mendukung penuh pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara dan sekitarnya. Melalui pengerahan kapal perang di bawah Komando Armada RI, TNI AL memastikan distribusi bantuan logistik ke wilayah sulit dijangkau jalur darat, seperti Kepulauan Nias, dapat berjalan optimal.
Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) I, Laksamana Muda TNI Deny Septiana, menyatakan bahwa langkah ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
“Kami dari TNI AL akan memaksimalkan seluruh kemampuan untuk mendukung saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Semua unsur KRI dikerahkan guna mendistribusikan bantuan logistik,” kata Laksda Deny di Pelabuhan Belawan, Jumat (19/12/2025).
Ia menjelaskan, penggunaan kapal perang seperti KRI Banda Aceh-593 memiliki keunggulan strategis, terutama dari sisi kapasitas angkut yang jauh lebih besar dibandingkan moda transportasi lain.
“Jika biasanya bantuan hanya 10 hingga 50 ton, dengan KRI kami bisa mengangkut lebih banyak. Hari ini saja 320 ton beras, padahal kapasitas kapal ini mencapai 500 ton,” ujarnya.
Selain beras, KRI Banda Aceh juga disiapkan untuk mengangkut kebutuhan energi masyarakat Nias.
“Kami masih menunggu permintaan dari Pemda Nias terkait pengangkutan 150 tabung gas LPG. Dengan begitu, dalam satu pelayaran seluruh kebutuhan dapat dipenuhi,” katanya.
Laksda Deny menegaskan pengiriman bantuan ke Nias akan dilakukan secara berkelanjutan hingga seluruh kebutuhan masyarakat terpenuhi. Ia juga mengajak masyarakat dan para donatur untuk menyalurkan bantuan melalui TNI AL.
“Bantuan ini tidak hanya dari Bulog, tetapi juga dari masyarakat luas dan para donatur. TNI AL siap menyalurkan bantuan agar misi kemanusiaan ini tercapai,” tuturnya.
Perjalanan dari Belawan menuju Nias diperkirakan memakan waktu 2 hari 12 jam. Meski cuaca menjadi tantangan utama, TNI AL optimistis seluruh tugas dapat berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
BERITA TERPOPULER
























