Friday, June 5, 2026
home_banner_first
MEDAN

Ritual Lepaskan Burung saat Perayaan Imlek di Medan, Ini Maknanya

Mistar.idSelasa, 17 Februari 2026 11.47
AN
AS
ritual_lepaskan_burung_saat_perayaan_imlek_di_medan_ini_maknanya

Seorang warga Tionghoa, Riski Andrius saat melepaskan burung usai sembahyang di Vihara Pak Tie Hut Cou, Medan Suggal. (Foto: Putra/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Sebagian besar umat Buddha yang merayakan Tahun Baru Imlek di Vihara Pak Tie Hut Cou, Jalan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, melakukan prosesi pelepasan burung. Pelepasan itu merupakan simbol doa dan harapan di tahun yang baru.

Salah seorang warga Tionghoa, Riski Andrius, mengatakan ia melepaskan 28 ekor burung pada tahun ini. Prosesi pelepasan burung tersebut dilakukan di halaman vihara usai sembahyang. Burung-burung itu dilepaskan ke udara secara serentak.

Dikatakannya, jumlah 28 ekor burung dipilih atas pertimbangan dan keyakinannya sendiri.

“Melepaskan 28 ekor. Angka 28 itu dari kita sendiri. Angka 28 kan kuat,” ucapnya, Selasa (17/2/2026).

Ia menjelaskan, pelepasan burung tersebut juga memiliki makna simbolis baginya. Menurutnya, pada tahun ini yang dipercaya sebagai Tahun Kuda, unsur ayam dinilai kurang baik sehingga dilepaskan sebagai bentuk harapan agar hal-hal yang tidak baik turut pergi.

“Harapannya, saat ini kan Tahun Kuda. Ayam tidak bagus, jadi dilepaskan. Semoga segala penyakit dan keburukan terlepas juga dari tubuh,” kata Riski.

Usai melepaskan burung, Riski mengaku akan mendatangi salah satu vihara lainnya di kawasan Jalan Irian Barat. Di sana, ia juga berencana melepaskan burung kembali sebanyak 28 ekor.

"Ini mau ke Jalan Irian Barat, melepaskan burung lagi," ujarnya. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN