Perayaan Imlek di Maha Vihara Maitreya Medan Mengajak Umat Berdoa untuk Perdamaian Dunia

Suasana di Maha Vihara Maitreya Medan pada Tahun Baru Imlek 2026, Selasa (17/2/2026) pagi. (Foto: Amita/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Maha Vihara Maitreya Medan kembali menjadi pusat perhatian sebagai salah satu ikon wisata religi di Sumatera Utara. Pada tahun ini, vihara yang terletak di kompleks perumahan Cemara Asri tersebut mengusung tema besar “Doa untuk Perdamaian Dunia”.
“Kita mengajak umat-umat Buddha yang datang ke vihara beribadah untuk memanjatkan doa sesuai dengan tema kita, yaitu doa untuk perdamaian dunia,” ucap Pengurus Maha Vihara Maitreya, Diki Paskarianto, Selasa (17/2/2026).
Diki menjelaskan rangkaian kegiatan perayaan tahun ini dirancang untuk menyeimbangkan antara kekhidmatan peribadatan dan kemeriahan festival budaya. Sebagai bentuk penghormatan terhadap kekhusyukan umat, pihak vihara menerapkan aturan kunjungan yang terjadwal.
“Hari pertama sampai hari ketiga kami khususkan untuk umat Buddha yang datang beribadah. Untuk wisatawan atau pengunjung umum, baru dapat datang pada hari keempat dan seterusnya. Kami ingin memprioritaskan peribadatan agar tetap berjalan khidmat,” katanya.
Selain ritual peribadatan rutin hingga hari ke-15, pihak vihara juga menyediakan fasilitas interaktif berupa Papan Doa Harapan. Melalui fasilitas ini, umat maupun pengunjung dapat menuliskan harapan dan cita-cita mereka untuk satu tahun ke depan. Kemeriahan akan semakin terasa dengan kehadiran Bazar Imlek dan malam kesenian yang dijadwalkan pada 21, 22, 28 Februari serta 1 dan 3 Maret 2026.
Puncak acara akan berlangsung pada 3 Maret 2026 dan ditutup dengan pertunjukan spektakuler Pawai Liong Say pada malam hari. Terkait makna zodiak tahun ini, Diki menyebutkan bahwa Shio Kuda melambangkan semangat kerja keras dan keberanian.
“Kuda melambangkan kegagahan dan kerja keras. Ada idiom Mandarin ‘Ma dao cheng gong’, yang berarti kuda segera datang dan keberhasilan segera tercapai. Harapannya, di Tahun Kuda ini semua keinginan dapat segera terwujud dan dunia menjadi lebih damai,” ujarnya.
Bagi para umat, sembahyang di Maha Vihara Maitreya bukan sekadar rutinitas agama, tetapi juga menjadi jembatan tradisi lintas generasi. Jessica, salah seorang jemaat yang hadir, mengungkapkan kunjungan ke vihara saat Imlek merupakan momen untuk menunjukkan bakti sekaligus mempererat ikatan keluarga.
“Sembahyang di sini adalah bagian dari tradisi keluarga kami. Tidak ada yang berbeda secara prosesi dari tahun sebelumnya, tetapi tahun ini saya berharap mendapatkan lebih banyak berkah dalam kehidupan maupun pekerjaan,” ujar Jessica.
Melalui perayaan ini, Maha Vihara Maitreya tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Buddha, tetapi juga menyampaikan pesan harmonisasi bagi Indonesia serta doa tulus agar ekonomi nasional semakin makmur dan kehidupan masyarakat tetap harmonis di tengah kemajemukan. (hm25)






















