Listrik Medan Padam Saat Idulfitri, Warga Sunggal Kecewa Tanpa Pemberitahuan

Ilustrasi listrik padam. (foto:Gemini/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pemadaman listrik kembali terjadi saat momentum Idulfitri di Kota Medan. Kali ini, warga di Jalan Peringgan, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, yang berbatasan dengan Jalan Kapten Sumarsono, mengeluhkan listrik padam tanpa pemberitahuan pada Lebaran ketiga, Senin (23/3/2026) dini hari.
Pemadaman disebutkan terjadi sekitar pukul 01.30 WIB hingga 03.30 WIB. Sebelumnya, saat Ramadan, padamnya aliran listrik ini juga sempat terjadi di sejumlah titik di Kota Medan secara bergantian, seperti di Jalan Ayahanda simpang Jalan Sekip, Jalan Letda Sujono Medan Tembung, dan Jalan Perunggu Medan Deli. Pemadaman listrik di sejumlah titik tetap terjadi hingga Lebaran ketiga, meski secara bergantian.
Salah seorang warga Sunggal, Yoes, mengaku kecewa dengan layanan PLN yang menurutnya kerap memadamkan listrik tanpa kejelasan waktu. Ia menyebut, di lingkungannya pemadaman bahkan tidak merata.
“Di lokasi kami kadang jadi langganan listrik mati. Bahkan pernah satu lingkungan, hanya beberapa rumah saja yang padam, sementara lainnya tetap menyala,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Yoes juga mempertanyakan penyebab pemadaman yang terjadi di momen Ramadan maupun Idulfitri. Ia berharap ada penjelasan yang jelas dari pihak PLN jika terjadi gangguan.
“Kenapa bisa padam? Apa penyebabnya? Kalau memang ada insiden, mohon segera ditangani, jangan sampai berjam-jam karena pasti mengganggu aktivitas,” katanya.
Ia juga menyinggung kemungkinan kompensasi bagi pelanggan yang terdampak. Menurutnya, pemadaman yang kerap terjadi merugikan masyarakat.
“Kalau sudah sering begini, apa tidak ada kompensasi? Pelanggan jelas dirugikan, jadi kami butuh penjelasan,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Humas PLN UID Sumatera Utara, Diki, menyampaikan bahwa selama Ramadan hingga Idulfitri tidak ada pemadaman listrik yang direncanakan hingga 28 Maret. Ia menjelaskan, jika terjadi pemadaman, besar kemungkinan disebabkan oleh gangguan.
“Kalau ada padam, dimungkinkan karena gangguan, seperti terkena ranting pohon, hewan, atau faktor lainnya,” ujarnya saat dikonfirmasi MISTAR.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan gangguan atau potensi bahaya kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile agar laporan dapat langsung masuk ke sistem dan ditindaklanjuti oleh petugas siaga.
Hal yang sama juga disampaikan Koordinator Yantek PLN Medan wilayah Helvetia, Muldiono. Ia menegaskan bahwa PLN tidak memiliki rencana pemadaman listrik di wilayah tersebut. Menurutnya, pemadaman hanya dilakukan dalam kondisi darurat.
“Dari pihak PLN tidak ada rencana padam. Pemadaman juga tidak diizinkan, kecuali memang terjadi gangguan,” katanya.
Ia menerangkan, gangguan bisa terjadi pada gardu atau jaringan listrik yang hanya berdampak pada sebagian pelanggan. Dalam kondisi tertentu, seperti kabel terbakar atau membutuhkan perbaikan mendesak, pemadaman sementara dapat dilakukan.
Namun, untuk kasus di Jalan Peringgan, ia memastikan tidak ada pekerjaan pemadaman oleh petugas. Ia menduga gangguan bisa berasal dari jaringan tegangan rendah (JTR) atau komponen seperti sekring trafo yang putus. Terlebih, saat Ramadan, pemakaian listrik dapat meningkat hingga melebihi kapasitas.
Ia juga menambahkan, pada periode Ramadan sempat terjadi pemadaman yang berkaitan dengan pemeliharaan gardu induk (GI). Meski demikian, pihaknya tetap berupaya mengalihkan suplai dari gardu lain agar listrik tetap menyala. (hm27)















