Kepala SPPG Kota Matsum 1 Medan Diangkat Jadi PPPK

Kepala SPPG Kota Matsum 1 Medan, Sazili Sholihin. (Foto: Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Matsum 1, Kota Medan, Sazili Sholihin, telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Sazili mengatakan bahwa pengangkatan tersebut sebenarnya sudah diarahkan sejak awal pembentukan SPPG.
“Bersyukur, alhamdulillah. Tapi untuk berita pengangkatan PPPK ini sudah dari awal pembentukan SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) tentang diarahkannya menjadi ASN,” kata Sazili saat ditemui Mistar di Jalan Laksana Medan, pada Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, saat ini pengangkatan sebagai PPPK baru berlaku bagi kepala SPPG, bukan relawan yang terlibat dalam operasional dapur. Sazili juga membenarkan bahwa dirinya telah menerima Surat Keputusan penempatan sebagai Kepala SPPG.
Terkait tenaga lain seperti ahli gizi dan akuntan yang selama ini terlibat, Sazili menyebut belum ada arahan lanjutan dari pimpinan.
“Untuk itu kita belum ada arahan pimpinan. Yang pasti kita menunggu arahan pimpinan, gimana kelanjutannya,” tutur Sazili.
Ia menambahkan, jika nantinya diarahkan menjadi PPPK, prosesnya akan melalui tahapan yang telah ditetapkan pemerintah.
Menanggapi perbandingan di tengah masyarakat antara pengangkatan kepala SPPG dengan guru honorer, Sazili menilai keduanya berada pada jalur dan instansi yang berbeda. Meski demikian, ia menegaskan pihaknya tetap menunggu kebijakan pemerintah dan tidak ingin membeda-bedakan.
Sazili berharap dengan adanya pengangkatan Kepala SPPG menjadi PPPK ini, ia dapat mengabdi kepada negara dengan memaksimalkan program makan bergizi gratis (MBG) yang merupakan salah satu program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Apalagi dengan adanya ini, anak-anak di penjuru desa-desa bisa merasakan makanan yang belum pernah mereka rasakan sebelum adanya MBG ini,” ucapnya.
Sementara itu, ia juga memaparkan aktivitas 47 relawan yang terlibat dalam operasional dapur SPPG Kota Matsum 1. Ia menyebutkan, kegiatan dimulai sejak sore hari dengan tim persiapan yang memotong dan menyiapkan bahan baku.
“Kemudian lanjut jam satu pagi, itu ada pengolahan tim dapur yang memasak bahan baku,” katanya.
Proses berlanjut pada pukul 04.00 WIB dengan pemorsian dan pengemasan makanan ke dalam food tray. Selanjutnya, pada pukul 07.30 WIB, tim distribusi mulai menyalurkan makanan hingga selesai.
“Kemudian jam satu siang itu dilanjutkan cuci ompreng sampai selesai,” ujar Sazili. (hm20)






















