Irham Buana: Kondisi Sumut Tidak Baik-Baik Saja

Anggota Komisi A DPRD Sumut, Irham Buana Nasution. (Foto: Ari/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Anggota Komisi A DPRD Sumatera Utara, Irham Buana Nasution, menilai kondisi Sumatera Utara (Sumut) saat ini sedang tidak baik-baik saja. Hal itu disampaikannya menyikapi rangkaian bencana longsor dan banjir yang melanda sejumlah daerah, hingga terganggunya akses kebutuhan dasar seperti pangan, BBM, dan internet.
Ia menyoroti perubahan cuaca ekstrem yang dinilai memicu kekhawatiran dan kecemasan warga dalam beraktivitas.
“Kondisi Sumatera Utara sedang tidak baik-baik saja karena perubahan iklim yang tidak menentu. Tadi malam turun hujan, kekhawatiran masyarakat kembali muncul,” kata Irham saat dikonfirmasi Mistar, Rabu (3/12/2025).
Di sisi lain, antrean panjang di SPBU dan sejumlah lokasi yang tutup disebut menimbulkan keresahan. Irham pun menagih janji Pertamina Patra Niaga Sumbagut Region 1 yang sebelumnya menyatakan pasokan BBM aman.
“Kelangkaan BBM saat ini membuat kami heran, kenapa bisa terjadi. Miris ketika bencana diikuti kelangkaan seperti itu. Kami minta pertanggungjawaban Pertamina Sumbagut,” ujarnya tegas.
Ia juga mempertanyakan klaim stabilitas pasokan BBM di SPBU, khususnya di SPBU Kota Medan Area, dan menduga kondisi di daerah kabupaten/kota bisa lebih parah.
“Katanya pasokan stabil, tetapi faktanya di lapangan kondisi SPBU di Medan sangat memprihatinkan. Bagaimana lagi di daerah, padahal ini kebutuhan krusial,” katanya.
Soroti Kerusakan Hutan
Menurut Irham, banjir bandang menjadi peringatan keras kerusakan lingkungan dan hutan berkontribusi besar terhadap meluasnya dampak bencana.
“Curah hujan tinggi bisa diantisipasi kalau hutan dijaga baik. Ribuan ton kubik kayu masuk ke permukiman, itu menggambarkan hutan Sumut sudah rusak,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan kekecewaan atas pernyataan Menteri Kehutanan yang menilai tidak ada bukti kerusakan hutan atau kayu gelondongan lama.
“Ketika Menteri Kehutanan menyatakan tidak ada bukti kerusakan hutan atau gelondongan lama, kami sangat tersinggung. Pernyataan itu menggambarkan tidak ada empati dan kepedulian terhadap kondisi hutan serta penderitaan warga Sumut,” tutur Irham.
Ia mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan OPD terkait di daerah untuk segera melakukan revitalisasi hutan.
“Segera lakukan revitalisasi kondisi hutan di Sumut agar bencana tidak terulang. Dampaknya bukan hanya di kabupaten/kota terdampak, tetapi juga ke Kota Medan,” ujarnya. (hm25)






















