Saturday, October 17, 2026
home_banner_first
MEDAN

Eks Koordinator Pusat BEM SI Apresiasi Komitmen Kapolri Berantas Narkoba

Mistar.idSabtu, 17 Oktober 2026 pukul 09.37 WIB
eks_koordinator_pusat_bem_si_apresiasi_komitmen_kapolri_berantas_narkoba_

Aktivis dan Eks BEM SI, Muzammil Ihsan. (foto: Dokumentasi Pribadi/Mistar)

Medan, MISTAR.ID - Eks Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) periode 2025/2026, Muzammil Ihsan, mengapresiasi langkah cepat Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang langsung tancap gas memberantas peredaran narkotika di awal masa jabatannya sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

Ia menilai komitmen pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara tersebut merupakan fondasi yang baik, serta sinyal kuat dalam menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto.

“Penanganan kasus narkotika memang butuh figur pimpinan yang punya integritas, berani dan konsisten dalam memimpin seluruh jajarannya,” kata aktivis yang juga mantan Ketua BEM USU itu, Sabtu (17/10/2026).

Muzammil mengatakan, indikator keberhasilan perang dalam melawan narkoba tidak boleh berhenti pada angka penangkapan maupun kuantitas barang bukti semata. Latar belakang Kapolri Suyudi yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) diharapkan menjadi modal untuk melacak dan meruntuhkan sindikat utama, serta aktor intelektual di balik bisnis haram tersebut.

Ia menegaskan aparat kepolisian harus mampu membasmi hingga ke akarnya, dengan melakukan pengawasan ke titik-titik rawan, serta meningkatkan koordinasi dengan sejumlah lembaga terkait.

“Jangan sampai hukum tajam ke bawah yaitu ke para pelaku lapangan atau korban, tetapi malah tumpul ke atas ke para bandar-bandar besar dan pemasok utama narkoba,” ucapnya.

Instruksi yang disampaikan kepada kapolda untuk melakukan pemetaan kawasan rawan atau ‘kampung narkoba’ juga dinilai menjadi bukti awal ketegasan institusi.

Narkotika merupakan musuh dan ancaman besar yang dapat merusak masa depan generasi muda Indonesia. Maka dari itu, Muzammil menekankan adanya langkah pencegahan dan edukasi yang harus dilakukan, di luar dari pendekatan hukum.

“Selain perburuan bandar, aspek rehabilitasi bagi korban dan penguatan pencegahan berbasis komunitas, salah satunya peran keluarga, kampus, organisasi kepemudaan, itu sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman,” kata aktivis asal Sumatera Utara itu.

Selain itu, Muzammil juga mengingatkan pentingnya pembenahan internal. Penegakan hukum yang adil, objektif dan transparan dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Masyarakat, kata dia, merindukan sosok polisi yang mengayomi, berani menindak kejahatan, bersih dan tidak membiarkan oknum anggota mempermainkan hukum.

Muzammil berharap pembaruan dan tagline ‘Polisi Bersama Masyarakat’ benar-benar diterapkan dan dirasakan langsung oleh masyarakat lewat pelayanan yang humanis, responsif serta berkeadilan.

“Kami pemuda dan mahasiswa siap menjadi mitra kritis sekaligus mendukung langkah tegas Polri dalam melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan narkotika, demi Indonesia yang lebih bernilai dan bermartabat,” ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN