Friday, October 16, 2026
home_banner_first
MEDAN

Dikepung Kabut Asap, DPRD Sumut Dorong Pemprov Awasi Harga Masker

Mistar.idJumat, 16 Oktober 2026 pukul 14.16 WIB
dikepung_kabut_asap_dprd_sumut_dorong_pemprov_awasi_harga_masker_

Anggota DPRD Sumut Fraksi Partai Amanat Nasional, Rudi Alfahri Rangkuti. (Foto: Ari/Mistar)

Medan, MISTAR.ID - Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut), Fraksi Partai Amanat Nasional, Rudi Alfahri Rangkuti, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) khususnya Dinas Kesehatan, untuk melakukan pengawasan secara optimal terhadap harga jual masker kepada masyarakat di tengah asal tebal yang melanda Sumut.

Menurutnya, hal itu menjadi bagian penting kehadiran pemerintah di tengah denyut nadi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan menyebabkan asap tebal yang menyelimuti udara di Sumatera Utara.

“Pemerintah harus memastikan bahwa harga jual masker kepada masyarakat itu agar tetap stabil. Khususnya para pedagang dari alat kesehatan, seperti apotek hingga para distributor lainnya,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).

Ia mengingatkan jangan karena tidak dipantau, para oknum jadi semena-mena dalam menjual masker dengan harga yang melambung tinggi. Pasalnya, hal itu menjadi salah satu kebutuhan masyarakat untuk mencegah penyakit ISPA.

“Kita tidak ingin harga masker ini melambung naik seperti saat kondisi Covid-19 beberapa tahun lalu. Tentunya ini menjadi tanggung jawab para pemangku kepentingan dalam mengawasi stabilitas harga masker,” katanya.

Selain itu, ia menyarankan Pemerintah Provinsi untuk terus konsisten dalam memberikan bantuan masker gratis. Pembagian masker harus menjadi atensi khusus terhadap kebutuhan utama masyarakat saat ini dalam menghadapi asap tebal.

“Karena cuaca inikan kita harapkan tidak terjadi secara berkepanjangan, untuk itu kita harus bisa memastikan bahwa harga masker stabil, bantuan pemerintah khususnya terhadap pengendara juga ada, sembari kondisi ini kita harapkan lekas pulih kembali dengan langkah-langkah preventif yang optimal,” tuturnya.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk mengurangi aktivitas di kuar ruangan di tengah asap tebal yang melanda udara sejak beberapa hari lalu hingga ke depannya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN