Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
MEDAN

Bobby Nasution Minta Penyelesaian Dokumen R3P dan BNBA untuk Bantu Korban Bencana Sumut

Mistar.idRabu, 28 Januari 2026 15.24
journalist-avatar-top
bobby_nasution_minta_penyelesaian_dokumen_r3p_dan_bnba_untuk_bantu_korban_bencana_sumut

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mendorong pemerintah kabupaten dan kota agar bisa segera menyelesaikan dokumen R3P dan BNBA agar bantuan-bantuan seperti pembangunan Huntap dan lainnya bisa segera direalisasikan. (Foto: Diskominfo Provsu/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meminta pemerintah kabupaten dan kota yang terdampak bencana di Sumut agar segera menyelesaikan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P) dan data By Name By Address (BNBA).

Bobby mengatakan dokumen R3P dan BNBA merupakan dokumen penting yang harus segera dibuat agar pemerintah pusat dapat menyalurkan bantuan, termasuk pembangunan hunian tetap (huntap).

Hal itu disampaikannya saat rapat di Jakarta, Selasa (27/1/2026). Kedua dokumen tersebut juga terkait dengan bantuan lain dari pemerintah, seperti Dana Tunggu Hunian (DTH), stimulus ekonomi, bantuan mebel rumah, dan bantuan lainnya.

“Kita harapkan datanya dibuat secepat dan setepat mungkin agar bantuan ke masyarakat terdampak bisa segera tersalurkan,” ujarnya melalui keterangan resmi Diskominfo Sumut, Rabu (28/1/2026).

Bobby meminta pemerintah daerah, khususnya wilayah yang terdampak bencana alam pada November 2025 lalu, agar segera menyelesaikan dokumen tersebut. Ia berharap masyarakat dapat menerima bantuan sebelum bulan Ramadan.

“Sebentar lagi Ramadan, dan kita ingin masyarakat nyaman beribadah. Saat Idulfitri nanti, kita tidak ingin masyarakat masih berada dalam situasi terdampak bencana,” tuturnya.

Selain cepat, Bobby menekankan agar dokumen tersebut diselesaikan dengan akurat dan tepat. Ia juga berharap pendataan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Forkopimda.

“Kami minta agar pendataan bisa berkolaborasi dengan Forkopimda agar data valid. Selanjutnya, verifikasi dilakukan oleh BPS, sehingga kita perlu bekerja lebih cepat,” katanya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN