Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
MEDAN

Banjir Medan, DPRD Nilai Pemko Lemah Hadir Saat Warga Butuh

Mistar.idJumat, 28 November 2025 pukul 19.41 WIB
banjir_medan_dprd_nilai_pemko_lemah_hadir_saat_warga_butuh

Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PKS, Datuk Iskandar Muda. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PKS, Datuk Iskandar Muda, menilai fenomena banjir yang nyaris merendam seluruh wilayah Kota Medan merupakan bukti lemahnya kehadiran Pemerintah Kota Medan saat masyarakat berada pada situasi sulit.

Ia menegaskan, bencana banjir yang melanda hampir seluruh wilayah kota dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa penanganan banjir di Medan masih jauh dari kata tuntas.

"Kondisi di lapangan menunjukkan lemahnya kehadiran Pemko Medan dalam situasi masyarakat yang sulit. Banyak warga mengeluhkan minimnya bantuan darurat, posko terbatas, hingga lambatnya respons instansi terkait dalam evakuasi warga," katanya, Jumat (28/11/2025).

Menurut Datuk Iskandar, masyarakat yang terdampak banjir saat ini sangat membutuhkan pemimpin yang terlihat bekerja langsung di lapangan, bukan sekadar menyampaikan pernyataan di meja rapat.

"Realitanya, masyarakat merasa berjalan sendiri menghadapi musibah ini. Ini bukan sekadar soal teknis, tapi soal tata kelola. Jika proyek dibangun tanpa perhitungan, pengawasan, dan strategi jangka panjang, maka hasilnya begini. Kota tetap banjir, uang rakyat habis, warga jadi korbannya," ujarnya.

Ia menyoroti sejumlah proyek pengendalian banjir bernilai miliaran rupiah yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, proyek-proyek tersebut tidak mampu menahan debit air saat hujan tinggi dan menyebabkan banjir.

"Drainase baru tersumbat, kolam retensi tak berfungsi optimal, dan pekerjaan infrastruktur hanya sebatas formalitas tanpa kajian matang," katanya.

Datuk Iskandar menilai Pemko Medan perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh. Ia mendesak pemerintah kota untuk berhenti bekerja secara reaktif dan mulai membangun sistem penanganan banjir yang modern, terencana, dan berbasis data.

Beberapa langkah mendesak yang harus dilakukan, menurutnya, antara lain hadir langsung di titik banjir, memastikan kebutuhan warga terpenuhi dengan cepat, dan menata ulang drainase kota secara menyeluruh.

"Bangun sistem manajemen banjir berbasis data, lengkap dengan early warning system dan pemetaan kawasan rawan. Libatkan masyarakat, baik dalam edukasi kebencanaan maupun pengawasan infrastruktur," ujarnya.

Ia menegaskan, banjir kali ini harus menjadi alarm keras bagi Pemko Medan. "Masyarakat Kota Medan sudah cukup sabar. Kini saatnya Pemko Medan menunjukkan kerja nyata, bukan sekadar janji," ucapnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN