221 SPPG Muhammadiyah Layani 276.680 Siswa Penerima Manfaat di Seluruh Indonesia

Peresmian SPPG Tahap 3 Muhammadiyah dihadiri Mendikdasmen Abdul Mu'ti di di Kampus IV UMSU di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan. (foto: iqbal/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof Abdul Mu'ti mengapresiasi Muhammadiyah dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mu'ti yang juga merupakan Sekjen PP Muhammadiyah, mengatakan ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muhammadiyah sudah resmi berjalan. Total saat ini ada 221 SPPG Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Ini bukti Muhammadiyah semakin kuat dari segi jasmani, kuat keilmuan, kuat karakter," ujarnya ketika menghadiri peresmian Tahap 3 SPPG Muhammadiyah yang digelar di Kampus IV UMSU, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Senin (16/2/2026) sore.
Menurut Mu'ti, program MBG sesuai dengan ajaran yang diperintahkan dalam Islam selama ini. Salah satunya dalam perintah menyediakan makanan yang halalan toyyiban.
"Kemudian kita senantiasa diperintahkan untuk menyediakan makanan yang halal dan toyyib, diharapkan makanan bergizinya halal dan toyyib bagaimana makanan itu juga bisa menyehatkan," ucapnya.
Ia berharap semua kekurangan yang terjadi selama ini bisa diperbaiki ke depannya. Menurutnya di balik kekurangan yang ada, banyak siswa-siswi yang terbantu selama ini melalui program MBG.
"Jika ada kekurangan saat ini itu bentuk dari proses, nanti akan disempurnakan, jadi jika ada kekurangan kita perbaiki, tapi kita ketahui saat ini MBG ini sudah banyak membantu siswa dan siswi kita di Indonesia," tuturnya.
Peresmian itu ini dihadiri Wakil Ketua BGN Sony Sanjaya. Ia merinci saat ini Muhammadiyah sudah memiliki 221 SPPG dengan jumlah penerima manfaat mencapai 276.680 jiwa.
Dijelaskan Sony, SPPG Muhammadiyah sudah memperkerjakan 5.591 tenaga kerja dan 238 orang ahli gizi, serta akuntan yang sudah tersebar di 18 provinsi di Indonesia. Ia pun mengapresiasi langkah Muhammadiyah tersebut.
"Langkah ini baik, Muhammadiyah walaupun baru menjalani tapi ini tentu mendukung program pemerintah. Dari yang selama ini kita tidak tahu siswa-siswi ini datang ke sekolah entah makan atau tidak, sekarang sudah terjamin makanan dan gizinya, ini langkah yang baik," katanya.
PREVIOUS ARTICLE
Banjir Rob Ancam Daerah Pesisir Belawan Periode 18-22 FebruariBERITA TERPOPULER



















