Friday, June 5, 2026
home_banner_first
MEDAN

1.221 Civitas USU Jadi Korban Banjir dan Longsor, Kampus Gerak Cepat Salurkan Bantuan

Mistar.idKamis, 4 Desember 2025 21.33
journalist-avatar-top
SH
1221_civitas_usu_jadi_korban_banjir_dan_longsor_kampus_gerak_cepat_salurkan_bantuan

Rektor USU Muryanto Amin, Wamendiktisaintek Stella Christie, Kepala LLDikti Wilayah I Saiful Anwar Matondang di posko bantuan USU (foto:Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Universitas Sumatera Utara (USU) mencatat sedikitnya 1.221 civitas akademika terdampak banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir. Data yang terus bertambah ini menjadi fokus utama perguruan tinggi dalam merespons kondisi darurat di sejumlah wilayah.

Rektor USU, Muryanto Amin, dalam pertemuan bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie, yang meninjau Posko Bencana USU, menegaskan bahwa langkah paling mendesak adalah pendataan serta distribusi bantuan kepada keluarga besar kampus yang terdampak.

“Ada dua hal penting yang harus kita lakukan. Pertama, mendata seluruh civitas akademika terdampak, apakah rumahnya banjir atau terkena longsor, sehingga perlu kita berikan bantuan,” ujarnya di Posko Bantuan USU, Kamis (4/12/2025) sore.

Muryanto memaparkan, hingga kemarin tercatat 40 dosen, lebih dari 200 tenaga kependidikan, serta 657 mahasiswa terdampak bencana. “Total ada 1.221 orang yang kita terima dari data yang ada,” katanya.

Dari jumlah tersebut, 880 orang sudah menerima bantuan sembako, hasil donasi yang salah satunya berasal dari BTN dan kini terus dikumpulkan di Posko USU.

Selain bantuan logistik, USU juga mengintensifkan dukungan kesehatan. “Tenaga medis kita kirim ke Sibolga. Perawat dan dokter dikirim ke Sibolga, Aceh Tamiang, Langkat, serta Tapanuli Selatan,” tuturnya.

Pengiriman dilakukan dengan berkoordinasi bersama Universitas Syiah Kuala, terutama untuk membantu wilayah perbatasan Sumut–Aceh yang juga terdampak berat.

Menurut laporan tim medis USU, kata Muryanto, tiga wilayah di Tapanuli Tengah masih belum terjangkau bantuan sama sekali, dan kondisi ini akan dipetakan kembali oleh tim kesehatan yang diberangkatkan pagi tadi.

USU Berikan Beasiswa, Keringanan UKT, dan Dispensasi Ujian

USU juga menyiapkan beasiswa khusus bagi mahasiswa terdampak, disertai keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta dispensasi ujian, yang akan digelar secara susulan atau melalui bentuk evaluasi alternatif.

Situasi di sejumlah titik hingga sore ini masih jauh dari kata pulih. Muryanto menjelaskan bahwa banjir belum surut di Medan, terutama di kawasan rob Belawan yang memang langganan banjir setiap tahun.

Sementara itu, RSU Tanjung Pura di Langkat masih terendam setinggi 40 cm tanpa aliran listrik. Akses menuju Sibolga pun kembali terputus setelah terjadi longsor pada pukul 11.00 WIB di Aek Sirahar.

“Kondisi jalan masih banyak meninggalkan lumpur basah. Sekitar pukul 11.00 terjadi longsor lagi di Sungai Aek Sirahar yang menjadi lintasan utama. Dari Pak Kapolsek disampaikan bahwa lintasan menuju Sibolga tidak bisa dilalui saat ini,” ucap Muryanto.

Muryanto menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan tindak lanjut melalui Posko Bantuan USU yang menjadi pusat informasi kondisi terkini, sekaligus tempat koordinasi pemberian bantuan kepada masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut hadir juga Kepala LLDikti Wilayah I, Rektor Unimed, Direktur Polmed, dan sejumlah pihak terkait lainnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN