Sering Mengigau saat Tidur? Ini Penyebab dan Kapan Harus Diwaspadai

Ilustrasi tidur mengigau (Foto: Istimewa/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID - Mengigau saat tidur bisa berupa berbicara, meracau, hingga berteriak tanpa disadari. Kondisi yang dikenal sebagai somniloquy ini termasuk parasomnia, yaitu perilaku yang muncul ketika seseorang sedang tidur.
Menariknya, orang yang mengigau sering kali tidak mengingat kejadian tersebut saat bangun. Meski umumnya tidak berbahaya, kebiasaan ini dapat dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari keturunan hingga kualitas tidur.
Apa Penyebab Seseorang Mengigau?
Mengigau dapat terjadi selama fase tidur REM maupun NREM. Kondisi ini diduga berkaitan dengan aktivitas otak saat tidur yang memungkinkan seseorang mengeluarkan suara atau kata-kata tanpa sepenuhnya sadar.
Beberapa faktor yang dapat memicu atau memperburuk kebiasaan mengigau meliputi:
- Faktor genetik: Riwayat mengigau dalam keluarga dapat meningkatkan kecenderungan seseorang mengalami kondisi serupa.
- Stres dan kecemasan: Tekanan psikologis dapat mengganggu kualitas tidur dan memengaruhi perilaku saat tidur.
- Kurang tidur: Waktu istirahat yang tidak mencukupi dapat mengacaukan pola tidur.
- Alkohol dan obat-obatan tertentu: Zat tertentu dapat memengaruhi pola tidur dan memicu perilaku yang tidak biasa pada sebagian orang.
Mengigau juga lebih sering ditemukan pada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Namun, kondisi ini bisa terjadi pada usia berapa pun.
Benarkah Igauan Mengungkap Pikiran Tersembunyi?
Ucapan saat mengigau terkadang terdengar seperti percakapan, pertengkaran, atau ungkapan emosional. Namun, isi igauan tidak dapat dijadikan bukti bahwa seseorang sedang mengungkapkan rahasia atau pikiran tersembunyi.
Ucapan tersebut dapat berupa kata-kata yang tidak jelas dan tidak selalu berkaitan langsung dengan mimpi yang dialami.
Kapan Mengigau Perlu Diperiksakan?
Pada umumnya, mengigau sesekali tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, pemeriksaan medis patut dipertimbangkan jika kondisi ini muncul bersama perilaku tidur yang membahayakan, gerakan tubuh yang keras, teriakan berulang, atau gangguan tidur berat pada malam hari.
Mengigau yang baru muncul saat dewasa, semakin sering, atau disertai gejala lain juga sebaiknya dikonsultasikan kepada tenaga medis untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya.
Untuk membantu menjaga kualitas tidur, biasakan tidur dan bangun pada waktu yang teratur, cukupi waktu istirahat, kelola stres, serta hindari alkohol menjelang tidur.
Kesimpulannya, mengigau umumnya merupakan perilaku tidur yang tidak berbahaya. Namun, jika disertai gejala yang tidak biasa atau mengganggu keselamatan dan kualitas istirahat, pemeriksaan medis dapat membantu memastikan penyebabnya.




















































