Hipertensi Jadi Penyakit Tertinggi Hasil Cek Kesehatan Gratis, Dokter Ungkap Penyebabnya

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. M Allif Maulana Syafrin Lubis, M.Ked (PD), Sp.PD. (Foto: Istimewa/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kementerian Kesehatan mengungkapkan sebanyak 19.993.578 masyarakat Indonesia mengalami hipertensi. Data ini diperoleh dari hasil pemeriksaan kesehatan masyarakat melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara juga menyampaikan hasil CKG selama enam bulan terakhir menunjukkan hipertensi menjadi salah satu dari lima penyakit tertinggi yang ditemukan.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. M Allif Maulana Syafrin Lubis, M.Ked (PD), Sp.PD menyebutkan ada sejumlah faktor risiko yang memengaruhi tingginya kasus hipertensi.
“Secara garis besar, faktor risiko hipertensi dibagi dua, yaitu yang tidak dapat diubah seperti usia, genetik, dan jenis kelamin. Sementara faktor yang dapat diubah antara lain gaya hidup, pola makan tidak sehat, hingga kurangnya aktivitas fisik,” ujarnya kepada Mistar, Selasa (30/9/2025).
Allif menambahkan, hipertensi bukan hanya masalah di Sumut, tetapi juga menjadi masalah global. “Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada 2024 lebih dari 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia hidup dengan tekanan darah tinggi,” tuturnya.
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Binjai ini mengatakan, prevalensi hipertensi di Indonesia terus meningkat setiap tahun. “Faktor penyebab utama pada usia produktif adalah pola makan tidak sehat, konsumsi garam berlebih, serta kurangnya aktivitas fisik,” tuturnya. (berry/hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Sumut Resmi Luncurkan Program Berobat Gratis, Cukup Pakai KTPBERITA TERPOPULER





















