Dokter di Medan Jelaskan Perbedaan Superflu dan Flu Biasa, Ini Gejalanya

dr M Allif Maulana Syafrin Lubis, M.Ked (PD), Sp.PD saat di Podcast Mistar (foto: berry/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Dokter Rumah Sakit Umum (RSU) Alfuadi, dr. M. Allif Maulana Syafrin Lubis, M.Ked (PD), Sp.PD, menyebutkan bahwa superflu dan flu biasa atau influenza musiman umumnya memiliki gejala yang sama.
“Namun, superflu dapat ditemukan lebih berat dan tingkat keparahannya juga meningkat pada kelompok rentan, terutama pasien dengan komorbid (penyakit penyerta), anak-anak, lansia, serta ibu hamil,” ujarnya kepada Mistar, Kamis (15/1/2026).
Lebih lanjut, Allif mengatakan hingga saat ini belum ada data yang menunjukkan superflu dapat mematikan. Umumnya, wabah ini dapat dikendalikan, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak panik.
Dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan itu juga menyampaikan bahwa superflu dikenal dengan nama lain, yaitu Influenza A tipe H3N2 subclade K.
Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara tersebut menjelaskan gejala apa saja yang perlu diwaspadai serta kapan seseorang harus segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
“Umumnya, jika dijumpai demam, sakit kepala yang berlangsung lebih intens, kemudian menyebabkan kelelahan pada penderitanya, dan kadang dapat disertai pilek atau hidung tersumbat,” tuturnya.
Selain itu, gejala lainnya yang sering dijumpai adalah batuk. Bahkan, pada kondisi tertentu dapat berkembang lebih parah hingga menyebabkan komplikasi berupa pneumonia atau radang paru-paru.















