Ahli Gizi Jelaskan Gejala yang Diakibatkan Alergi Gluten

Ilustrasi produk gluten. (Foto: Natureganix)
Jakarta, MISTAR.ID
Isu alergi gluten menjadi perhatian publik setelah muncul keluhan konsumen terhadap sebuah toko roti daring yang mengklaim menjual produk bebas gluten, susu, dan gula.
Sejumlah pelanggan mengaku mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi produk toko tersebut, menyusul unggahan viral Chef Yohanes Adhijaya alias Koko Ragi di Instagram pada 7 Oktober 2025 yang menyoroti dugaan praktik curang dalam penjualan produk “bebas gluten”.
Menanggapi hal ini, Dietisien Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Luthfianti Diana Mauludiyah, S.Gz., RD, menjelaskan alergi gluten merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein gluten yang terdapat pada bahan pangan seperti gandum, jelai, dan rye.
“Orang yang alergi gluten dapat mengalami nyeri perut, kembung, kolik, mual, atau konstipasi. Dalam jangka panjang bisa menyebabkan penurunan berat badan, gangguan tumbuh kembang pada anak, dan anemia,” kata Diana di Jakarta, Sabtu (11/10/2025), yang dikutip dari Antara.
Ia menambahkan, reaksi alergi bisa muncul beberapa jam hingga beberapa hari setelah seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung gluten. Gejala lain yang dapat muncul meliputi ruam merah dan gatal di kulit, mudah lelah, wajah pucat, serta berat badan yang sulit naik atau turun.
Menurut Diana, gluten banyak ditemukan pada makanan olahan yang menggunakan tepung terigu, seperti roti, biskuit, mi, pasta, kue, dan sereal. Karena itu, orang dengan penyakit celiac atau intoleransi gluten dianjurkan menjalani diet bebas gluten secara ketat.
“Bahan makanan yang tergolong bebas gluten antara lain beras, jagung, ubi, singkong, tepung beras, tepung tapioka, dan tepung jagung atau maizena. Sumber protein hewani seperti telur, ayam, dan daging juga aman, asalkan tidak diolah dengan tepung terigu,” ucapnya.
Diana menegaskan pentingnya kejujuran pelaku usaha makanan dalam mencantumkan komposisi bahan, terutama bagi produk yang mengklaim “bebas gluten”. Pasalnya, kesalahan label dapat menimbulkan reaksi serius pada konsumen dengan alergi atau intoleransi tertentu. []






















