Friday, June 5, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Agar Puasa Tak Lemas, Jangan Lakukan Kesalahan Ini Saat Sahur

Mistar.idSabtu, 21 Februari 2026 06.00
EH
agar_puasa_tak_lemas_jangan_lakukan_kesalahan_ini_saat_sahur

Ilustrasi. (Foto: Alo Dokter)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Tanpa disadari, banyak orang melakukan kekeliruan saat sahur. Mulai dari tidak makan sama sekali hingga memilih menu yang kurang tepat, dampaknya bisa terasa sebelum tengah hari. Misalnya kepala pusing, tubuh lemas, dan suasana hati ikut menurun.

Agar puasa tetap lancar dan badan tetap segar, hindari sejumlah kesalahan yang kerap terjadi saat sahur, yaitu:

Melewatkan sahur karena malas bangun

Alarm sahur memang sering terasa menyebalkan selama Ramadan. Namun, melewatkan waktu makan ini justru membuat tubuh lebih cepat kehabisan energi. Sahur berfungsi sebagai “isi ulang” sebelum berpuasa seharian. Meski malam sebelumnya terasa masih kenyang, cadangan energi tidak akan bertahan hingga sore.

Tanpa asupan dini hari, kadar gula darah lebih cepat turun sehingga memicu lemas, sulit fokus, bahkan sakit kepala. Jika tidak sanggup makan berat, pilih opsi ringan tetapi tetap bernutrisi seperti oatmeal, roti gandum, atau buah yang dipadukan dengan sumber protein. Yang penting, jangan sampai perut benar-benar kosong.

Minum air dalam jumlah besar sekaligus

Sebagian orang sengaja minum banyak air menjelang imsak dengan harapan tidak cepat haus. Sayangnya, cara ini kurang efektif. Mengonsumsi air dalam jumlah besar sekaligus justru membuat frekuensi buang air kecil meningkat dan tidak otomatis membuat tubuh terhidrasi lebih lama.

Tubuh tidak menyimpan cairan seperti “tandon” instan. Karena itu, lebih baik mencukupi kebutuhan cairan secara bertahap sejak berbuka hingga sahur.

Batasi minuman berkafein seperti kopi dan teh karena bisa mempercepat kehilangan cairan. Jika ingin tambahan elektrolit alami, air kelapa atau buah dan sayur tinggi air bisa jadi pilihan.

Mengandalkan mi instan atau karbohidrat sederhana

Mi instan memang praktis, apalagi saat waktu sahur sudah mepet. Namun, karbohidrat sederhana cenderung dicerna cepat sehingga rasa lapar datang lebih awal. Kandungan natriumnya juga bisa memicu rasa haus berlebih.

Karbohidrat tanpa protein dan serat membuat gula darah naik cepat lalu turun drastis. Akibatnya, tubuh terasa lemas sebelum waktu berbuka. Sebagai alternatif, pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, atau oatmeal, lalu padukan dengan protein (telur, ayam, tempe) serta sayuran agar energi lebih stabil.

Terlalu banyak konsumsi makanan manis

Menu manis memang menggoda karena dianggap bisa memberi energi instan. Namun, asupan gula berlebihan memicu lonjakan gula darah yang tinggi, lalu turun dengan cepat. Hasilnya, energi terasa menurun drastis sebelum siang hari.

Bukan berarti harus sepenuhnya menghindari makanan manis, tetapi porsinya perlu dibatasi. Kombinasikan dengan protein atau lemak sehat agar penyerapan gula lebih lambat dan kadar energi lebih terjaga.

Menu tidak seimbang dan minim nutrisi

Sahur yang ideal bukan sekadar membuat kenyang, tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi. Menu sebaiknya mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.

Banyak orang terlalu fokus pada karbohidrat dan melupakan protein serta serat. Padahal protein membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama dan menjaga massa otot, sementara vitamin dan mineral dari sayur serta buah mendukung daya tahan tubuh. Tanpa kombinasi seimbang, tubuh lebih mudah kehilangan energi dan terasa drop sebelum berbuka.

Itulah beberapa kesalahan umum saat sahur yang sebaiknya dihindari. Dengan pilihan menu dan pola yang tepat, puasa bisa dijalani dengan lebih nyaman tanpa rasa lemas berlebihan. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN