Taiwan Siapkan Investasi US$4,4 Miliar di Proyek LNG Alaska

Proyek LNG Alaska. (Foto: iNews Media)
Taipei, MISTAR.ID – Taiwan berencana menggelontorkan investasi hingga US$4,4 miliar atau sekitar Rp79 triliun dalam proyek gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) Alaska, Amerika Serikat.
Melalui rencana tersebut, perusahaan energi milik negara Taiwan, CPC Corporation, juga akan membeli enam juta ton LNG setiap tahun setelah proyek mulai berproduksi.
Kementerian Perekonomian Taiwan mengonfirmasi rencana tersebut pada Rabu (14/10/2026), beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan komitmen investasi dan pembelian LNG Taiwan dalam proyek pipa gas Alaska yang masih dikembangkan.
Menurut kementerian, CPC telah mencapai kemajuan signifikan dalam pembicaraan dengan pengembang proyek setelah melalui proses negosiasi dan evaluasi selama hampir 18 bulan.
"Pengaturan investasi spesifik, kepemilikan saham, dan persyaratan terkait akan ditentukan melalui negosiasi lanjutan serta prosedur kontrak komersial," kata kementerian dalam pernyataannya, seperti dilaporkan Reuters.
Meski demikian, kementerian belum memastikan apakah perjanjian jual beli yang mengikat secara hukum telah ditandatangani.
Target pembelian enam juta ton LNG per tahun
Sebelumnya, Trump menyebut Taiwan telah menyepakati pembelian 30 persen produksi proyek LNG Alaska selama 20 tahun, sekaligus menanamkan investasi sebesar US$4,4 miliar atau sekitar Rp79 triliun.
Proyek tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi 20 juta ton LNG per tahun. Sementara itu, rencana yang disampaikan pemerintah Taiwan menetapkan CPC akan membeli enam juta ton setiap tahun setelah produksi dimulai.
Jumlah tersebut sesuai dengan surat pernyataan minat yang telah ditandatangani CPC pada tahun lalu.
Kementerian Perekonomian Taiwan memperkirakan proyek tersebut dapat mulai menambah pasokan gas alam domestik paling cepat pada 2032, dengan catatan pembangunan berjalan sesuai jadwal.
"Jika proyek berjalan lancar sesuai jadwal yang direncanakan, proyek ini diperkirakan mulai menambah pasokan gas alam domestik paling cepat pada 2032," kata kementerian.
Perdana Menteri Taiwan Cho Jung-tai mengatakan pemerintah terus berupaya memperkuat ketahanan energi, terutama untuk menjamin ketersediaan minyak, listrik, dan gas alam.
"Peran pemerintah adalah memastikan stabilitas dan ketahanan seluruh pasokan energi. Saya kira hal ini berlaku bagi pemerintah di seluruh dunia," kata Cho pada Rabu (14/10/2026).
"Kami tentu sedang menempuh perjalanan yang sangat panjang dalam hal ini, dan terus bekerja tanpa lelah untuk menjaga kestabilan pasokan minyak, listrik, dan gas alam domestik," ujarnya.
Sebelumnya, Taiwan telah menyatakan rencana meningkatkan pembelian gas alam dari AS hingga mencakup sekitar sepertiga dari total impor gasnya pada 2026.
Langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat keamanan pasokan energi, tetapi juga mengurangi surplus perdagangan Taiwan terhadap AS yang selama ini menjadi salah satu sumber ketidakpuasan Washington. (Reuters)





















































