Thursday, October 15, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Filipina Kekurangan Kereta Api

Mistar.idKamis, 15 Oktober 2026 pukul 15.19 WIB
filipina_kekurangan_kereta_api

Kereta Api di Manila, Filipina. (Foto: Traveloka)

Manila, MISTAR.ID – Pemerintah Filipina mengerahkan armada bus tambahan untuk mengatasi penumpukan penumpang di sejumlah stasiun Light Rail Transit 2 (LRT-2) di Manila. Langkah darurat ini diambil menyusul kekurangan rangkaian kereta yang menghambat mobilitas komuter.

Menteri Transportasi Filipina Giovanni Lopez menginstruksikan Otoritas Transit Kereta Api Ringan (LRTA) berkoordinasi dengan Badan Waralaba dan Regulasi Transportasi Darat (LTFRB) untuk menempatkan bus bantuan di sepanjang rute LRT-2.

Mengutip The Manila Times, Kamis (15/10/2026), pengerahan bus tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Ferdinand Marcos Jr. agar perjalanan penumpang tetap tertib dan lancar selama pemerintah menangani persoalan kekurangan armada kereta.

Instruksi itu disampaikan Lopez saat melakukan inspeksi mendadak di Stasiun Antipolo. Dalam kesempatan tersebut, ia meminta Administrator LRTA Hernando Cabrera bekerja sama dengan LTFRB untuk mempercepat penempatan bus di stasiun-stasiun yang membutuhkan layanan tambahan.

"Kita harus mengeksplorasi langkah-langkah alternatif agar tidak menunda perjalanan para siswa yang berangkat ke sekolah, karyawan yang melapor ke kantor mereka, dan komuter yang bepergian ke tempat tujuan masing-masing," ujarnya.

"Dan dengan cara apa pun yang kita bisa, mari kita berikan sedikit kelegaan kepada para penumpang yang menunggu dalam antrean," tutur Lopez lagi.

Selain menambah armada bus, Lopez meminta pengelola stasiun memastikan fasilitas pelayanan penumpang tetap berfungsi. Jalur prioritas bagi warga lanjut usia dan penyandang disabilitas juga harus tersedia di setiap stasiun.

Ia turut menginstruksikan LRTA menjaga sirkulasi udara di area stasiun serta memastikan eskalator dan elevator beroperasi dengan baik.

Untuk mendukung operasional bus bantuan, Lopez meminta LRTA dan LTFRB mengkaji penerbitan izin khusus bagi bus komersial. Dengan demikian, bus dapat digunakan secara resmi sebagai moda transportasi alternatif bagi penumpang LRT-2.

Skema tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi beban layanan hingga pemerintah memperoleh anggaran untuk pengadaan rangkaian kereta baru.

LRT-2 merupakan jalur kereta yang membentang sepanjang 17,6 kilometer dari kawasan Recto di Manila hingga Kota Antipolo, Provinsi Rizal. Jalur yang memiliki 13 stasiun ini menghubungkan wilayah timur dan barat serta menjadi salah satu sarana transportasi penting bagi masyarakat di kawasan metropolitan Manila. (Manila Times)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN