Presiden Prancis Dorong Negara di Dunia Lepas dari Bayang-bayang AS dan China

Presiden Prancis, Emmanuel Macron. (Foto: Shutterstock)
Paris, MISTAR.ID
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyerukan kepada negara-negara dunia agar tidak menjadi “bawahan” dua kekuatan besar, yakni Amerika Serikat dan China.
Pernyataan tersebut disampaikan Macron saat melakukan kunjungan ke Korea Selatan dan berbicara di Yonsei University, Seoul, pada Jumat (3/4/2026).
“Saya pikir tujuan kita bukanlah menjadi bawahan dari dua kekuatan hegemonik (AS dan China). Kita tidak ingin bergantung pada dominasi China, juga tidak ingin terlalu terpapar pada ketidakpastian AS,” ujar Macron.
Ia mengajak negara-negara lain untuk membangun kekuatan alternatif melalui kerja sama yang lebih luas, tanpa harus bergantung pada dua negara tersebut.
“Dengan kesamaan agenda yang dianut oleh Korea Selatan, Prancis, serta melibatkan negara-negara Eropa lainnya, Kanada, Jepang, India, Brasil, dan Australia, kita bisa memiliki semacam jalan ketiga,” tuturnya.
Baca Juga: Menanti Diresmikan Presiden bulan Agustus, Kopdes Merah Putih Akan Jadi Harapan Baru Warga
Macron juga menilai negara-negara besar seperti Amerika Serikat mulai memberikan tekanan terhadap tatanan internasional yang ada.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan antara Macron dan Presiden AS Donald Trump terkait konflik antara AS-Israel dan Iran, serta isu NATO.
Perselisihan itu mencuat setelah Prancis menolak memberikan dukungan kepada AS dan Israel dalam konflik dengan Iran, termasuk dengan tidak mengizinkan penggunaan pangkalan udara di wilayahnya.
“Saya tidak percaya bahwa kita akan memperbaiki situasi hanya dengan pengeboman atau operasi militer,” kata Macron.
Selain itu, Prancis juga dilaporkan sejalan dengan Rusia dan China dalam menolak resolusi Dewan Keamanan PBB yang bertujuan membuka akses militer di Selat Hormuz. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Tiga Personel TNI Terluka dalam Serangan Basis UNIFIL di Lebanon











