Monday, October 12, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Pengangkatan Nodul di Paru-paru

Mistar.idSenin, 12 Oktober 2026 pukul 14.10 WIB
paus_leo_xiv_akan_jalani_operasi_pengangkatan_nodul_di_paruparu

Paus Leo XIV. (Foto: Reuters/Yara Nardi)

news_banner

Vatikan, MISTAR.ID – Paus Leo XIV dijadwalkan menjalani operasi pengangkatan nodul atau benjolan di paru-parunya dalam waktu dekat. Kondisi tersebut terdeteksi melalui pemeriksaan medis pada tahap sangat dini dan masih terlokalisasi.

Paus mengungkapkan kondisi kesehatannya saat menyampaikan pidato mingguan dalam doa Angelus di Lapangan Basilika Santo Petrus, Minggu (11/10/2026).

"Dalam pemeriksaan medis baru-baru ini, ditemukan sebuah nodul pada paru-paru saya. Nodul ini terdeteksi pada tahap yang sangat dini dan sifatnya sangat terlokalisasi," ujar Paus, dilansir AFP, Senin (12/10/2026).

Ia mengatakan dokter menyarankan tindakan medis untuk menangani benjolan tersebut. Setelah mempertimbangkan rekomendasi tim medis, ia memutuskan menjalani operasi pengangkatan.

"Para dokter berpendapat membutuhkan tindakan medis pengangkatan benjolan dan saya mengikuti saran mereka. Operasi dijadwalkan beberapa hari ke depan," katanya.

Paus diperkirakan membutuhkan waktu pemulihan selama satu minggu.

Prosedur medis tersebut dijadwalkan berlangsung di Rumah Sakit Gemelli, Roma, Italia. Rumah sakit ini telah lama menjadi salah satu tempat perawatan para Paus, sejak masa kepemimpinan Paus Yohanes Paulus II.

Hingga kini, belum ada kepastian apakah operasi dan masa pemulihan akan memengaruhi agenda perjalanan internasional Leo XIV. Ia dijadwalkan mengunjungi Uruguay, Argentina, dan Peru pada 6-17 November mendatang.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyampaikan dukungan kepada Paus setelah pengumuman kondisi kesehatannya.

"Ketenangan yang ia tunjukkan saat berbicara dalam doa Angelus hari ini memberikan rasa tenang bagi kita," kata Meloni.

Leo XIV merupakan Paus pertama asal Amerika Serikat. Lahir di Chicago dengan nama Robert Francis Prevost, ia terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik pada 8 Mei 2025, setelah pendahulunya, Paus Fransiskus, meninggal dunia pada 21 April 2025 dalam usia 88 tahun. (afp)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN