Pasien di Singapura Naik 30 Persen Akibat Asap Karhutla dari Indonesia

Singapura dikepung asap. (Foto: Facebook Heritage SG)
Singapura, MISTAR.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mulai berdampak pada layanan kesehatan di Singapura. Sejumlah fasilitas medis mencatat peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan yang berkaitan dengan paparan polusi udara, bahkan mencapai sekitar 30 persen.
Kementerian Kesehatan (MOH) Singapura menyatakan terdapat sedikit peningkatan kunjungan ke klinik dan instalasi gawat darurat (IGD) setelah mengumpulkan laporan dari sejumlah rumah sakit. Namun, kementerian tidak merinci jumlah pasien yang terdampak.
Meski demikian, MOH memastikan belum ada laporan kematian maupun kasus sakit parah akibat kabut asap.
"Kami tak menemukan ada kasus yang perlu perawatan di unit perawatan intensif atau kematian akibat kabut asap," kata juru bicara MOH saat ditanya apakah kabut asap menyebabkan lonjakan pasien di rumah sakit, dikutip Straits Times, Rabu (14/10/2026).
Peningkatan keluhan kesehatan juga dirasakan sejumlah tenaga medis. Para dokter dan staf kesehatan melaporkan kenaikan 20-30 persen jumlah pasien dengan gejala yang diduga berkaitan dengan kabut asap.
Keluhan yang muncul antara lain pilek, sakit tenggorokan, bersin, iritasi mata, asma, ruam kulit, hingga gangguan pernapasan.
Plt Direktur Medis Parkway Shenton, Sharon Ngoh, turut mengakui adanya peningkatan kunjungan pasien pada Oktober dibandingkan pertengahan September. Menurutnya, jumlah pasien dengan keluhan terkait kabut asap naik sekitar 30 persen.
"Paparan kumulatif, bukan hanya satu hari kualitas terburuk, yang menjadi penyebab beban kesehatan," kata dia.
Sharon juga menyebut keluhan lain yang mulai banyak disampaikan pasien.
"Kami melihat lebih banyak pasien mengeluhkan sakit kepala dan kelelahan, yang berhubungan dengan paparan kabut asap," ucapnya.
Dampak polusi udara terhadap layanan kesehatan sebelumnya juga terlihat dalam laporan yang dirilis pada akhir September 2026.
Penelitian tersebut menemukan bahwa setiap kenaikan konsentrasi PM2,5 sebesar 10 mikrogram per meter kubik. Diketahui pula, kualitas udara Singapura kembali berada dalam kategori tidak sehat, dengan indeks mencapai 128 hingga 174 pada Selasa (13/10/2026). (Straits Time)
PREVIOUS ARTICLE
Kim Jong Un Pamerkan Rudal Hwasong-20, Diklaim Bisa Sampai AS



























































