Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Korea Utara Resmikan Roket Ganda Unik di Dunia

Mistar.idKamis, 19 Februari 2026 pukul 14.20 WIB
korea_utara_resmikan_roket_ganda_unik_di_dunia

Sebuah rudal antarbenua ditampilkan selama parade militer untuk memperingati 75 tahun berdirinya tentara Korea Utara, di Lapangan Kim Il Sung di Pyongyang, Korea Utara 8 Februari 2023. (Foto: KCNA via Reuters)

news_banner

Pyongyang, MISTAR.ID

Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, meninjau langsung peresmian sistem peluncur roket multi-laras berukuran besar yang diklaim mampu membawa hulu ledak nuklir.

Menurut kantor berita pemerintah KCNA, Kim dalam pidatonya memuji sistem roket ganda berkaliber 600 mm itu sebagai persenjataan yang disebutnya unik di dunia. Ia mengklaim perangkat militer anyar tersebut sangat andal untuk melancarkan serangan khusus, terutama dalam menjalankan operasi strategis.

Kim juga menekankan bahwa pengembangan sistem senjata tersebut dimaksudkan sebagai alat penangkal konflik.

"Jika senjata ini benar-benar digunakan, tak ada kekuatan mana pun yang bisa berharap pada perlindungan Tuhan. Ini adalah senjata yang sangat dahsyat dan mengesankan," ujar Kim, seperti dikutip AFP, Kamis (19/2/2026).

Kunjungan Kim ke fasilitas produksi roket bulan lalu sempat memicu kekhawatiran di Korea Selatan. Para pejabat dan analis di Seoul menilai sistem roket tersebut memang dirancang untuk menghadapi negara tetangganya di selatan.

Secara teknis, kedua negara masih berada dalam status perang sejak konflik di Semenanjung Korea belum pernah ditutup dengan perjanjian damai resmi.

Kekuatan artileri besar yang dimiliki Pyongyang selama ini diyakini menjadi pilar utama strategi militernya apabila sewaktu-waktu pecah konfrontasi terbuka di kawasan tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pyongyang terus meningkatkan frekuensi uji coba rudal. Para pengamat menilai langkah ini bertujuan untuk meningkatkan presisi serangan, menantang pengaruh Amerika Serikat bersama Korea Selatan, sekaligus menguji performa persenjataan sebelum kemungkinan dipasarkan ke Rusia.

Pada awal 2026, Pyongyang juga dijadwalkan menggelar kongres besar partai berkuasa yang rutin dilaksanakan setiap lima tahun. Agenda tersebut diperkirakan akan menitikberatkan pada arah kebijakan ekonomi serta strategi pertahanan dan militer negara itu. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN